Tutup
News

Mahyeldi Imbau Warga: Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Cuaca Ekstrem

312
×

Mahyeldi Imbau Warga: Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
cuaca-ekstrem,-gubernur-mahyeldi-imbau-warga-tingkatkan-kewaspadaan
Cuaca Ekstrem, Gubernur Mahyeldi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Padang – Gubernur Sumatera Barat, mahyeldi Ansharullah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini gawat darurat hidrometeorologi dari BMKG. peringatan ini berlaku untuk periode 21-27 November 2025.

BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau mengeluarkan peringatan dini tersebut akibat penguatan dinamika atmosfer. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko hujan lebat, banjir, dan tanah longsor di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Mahyeldi menegaskan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Ia meminta seluruh elemen pemerintah daerah hingga tingkat nagari untuk bersiaga penuh.

“Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat di Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor,” ujar Mahyeldi di Padang, Minggu (23/11).

BMKG menjelaskan peningkatan risiko hidrometeorologi disebabkan penguatan Monsun Asia yang memicu angin baratan. Angin ini membawa massa udara lembap dari Samudra Hindia.

Massa udara lembap bertemu topografi Pegunungan Bukit Barisan, memicu pembentukan awan hujan lebat. Fenomena IOD negatif dan aktivitas Gelombang rossby Ekuatorial juga memperkuat pertumbuhan awan konvektif.

Kondisi ini meningkatkan potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, petir, hingga jalan licin.

BMKG menetapkan 14 kabupaten/kota di Sumbar berstatus siaga penuh. Daerah tersebut meliputi Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, Lima Puluh Kota, dan sekitarnya.

Menanggapi hal ini, Gubernur meminta pemerintah kabupaten/kota melalui BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi 14 daerah yang berstatus siaga penuh.

“Saya meminta BPBD provinsi dan kabupaten/kota segera memperkuat pemantauan, memastikan kesiapan personel, peralatan, dan jalur evakuasi,” tegas Mahyeldi.

Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di lereng perbukitan, bantaran sungai, dan kawasan rawan longsor. Masyarakat juga diminta menyiapkan tas siaga dan memahami jalur evakuasi.

“Masyarakat juga harus pro aktif memantau informasi dari kanal resmi seperti BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah. Jangan percaya dengan informasi yang sumbernya tidak jelas,” pungkasnya.