Tutup
BisnisPerbankan

Menkeu Purbaya Jelaskan Data Konsumsi di Tengah Isu Ekonomi

132
×

Menkeu Purbaya Jelaskan Data Konsumsi di Tengah Isu Ekonomi

Sebarkan artikel ini
purbaya-jawab-isu-masyarakat-makin-susah-di-balik-data-pertumbuhan-bps
Purbaya Jawab Isu Masyarakat Makin Susah di Balik Data Pertumbuhan BPS

Yogyakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti adanya kesenjangan antara data statistik ekonomi dengan realitas yang dirasakan masyarakat. Hal tersebut menjadi pembahasan hangat dalam diskusi Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5).

Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, yang bertindak sebagai moderator, mempertanyakan perbedaan antara laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan kondisi lapangan. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,61 persen, disertai inflasi rendah serta angka pengangguran dan kemiskinan yang menurun.

“Tapi yang dirasakan oleh masyarakat itu inflasi rendah tapi harga naik, yang dirasakan masyarakat cari kerja lebih sulit, PHK masih terjadi. Apa sebenarnya yang terjadi, terjadi semacam gap antara data statistik kita dengan apa yang dirasakan masyarakat kita?” ujar Chairul Tanjung dalam sesi tersebut.

Menanggapi hal itu, Purbaya mengaku sempat bingung dengan narasi negatif yang berkembang di tengah publik. Setelah melakukan penelusuran, ia menyimpulkan bahwa informasi yang kurang akurat tersebut banyak bersumber dari analisis para konten kreator ekonomi di TikTok.

Purbaya kemudian memaparkan data BPS yang menunjukkan tren positif melalui peningkatan konsumsi masyarakat. Indikatornya terlihat dari kenaikan angka penjualan mobil, motor, semen, listrik, hingga bahan bakar minyak (BBM).

“Artinya kelihatannya daya beli masyarakat nggak sejelek yang dikatakan oleh ekonom-ekonom di TikTok,” tegas Purbaya menepis anggapan negatif tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga membantah kritik yang menyebut pertumbuhan ekonomi hanya ditopang oleh belanja negara. Ia menegaskan, pemerintah kini telah mengubah pola belanja agar lebih merata sepanjang tahun, bukan lagi menumpuk di akhir tahun.

Strategi tersebut terbukti efektif dengan capaian pertumbuhan belanja pemerintah sebesar 21,8 persen di awal tahun. Langkah ini merupakan upaya Presiden untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional secara konsisten.