Tutup
EkonomiPerbankanTransportasi

Mudik Lebaran Gerakkan Ekonomi, UMKM Panen Cuan Lebaran

213
×

Mudik Lebaran Gerakkan Ekonomi, UMKM Panen Cuan Lebaran

Sebarkan artikel ini
mudik-idulfitri-2026-diprediksi-tingkatkan-perputaran-ekonomi-nasional
Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Jakarta – Momen mudik Lebaran menjadi pendorong utama ekonomi nasional. Lonjakan konsumsi rumah tangga mencapai 20 persen dibandingkan bulan biasa.

Efek domino positif mudik Lebaran dirasakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Pendapatan UMKM melonjak 50 hingga 70 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat,mudik berkontribusi sekitar 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi tahunan. Hal ini mendorong pemerataan peredaran uang ke berbagai wilayah.

juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan pengeluaran pemudik berdampak ganda bagi pelaku ekonomi. Termasuk UMKM, pedagang, dan sektor jasa transportasi.

“Peningkatan aktivitas tersebut juga berkontribusi pada kenaikan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa,” ujar Haryo.Sinergi kebijakan dan penguatan peran UMKM menjadi kunci mengoptimalkan momentum mudik Lebaran. Tujuannya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Aktivitas ekonomi pada Idulfitri 2026 diperkirakan meningkat dibandingkan 2025 yang mencatatkan pergerakan 154,62 juta orang.

Mobilitas dan belanja masyarakat diharapkan mendukung target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,5 sampai 5,6 persen.

Pemerintah mendukung dengan alokasi stimulus fiskal lebih dari Rp12,8 triliun. Selain itu, ada penyaluran bantuan sosial jelang Idulfitri sebesar Rp11,92 triliun kepada 5,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Diskon tarif transportasi senilai Rp911,16 miliar juga diberikan.

Konsumsi rumah tangga berkontribusi sekitar 53-54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Stimulus ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi nasional.

Pemerintah menjalankan berbagai langkah pendorong aktivitas ekonomi pada momen mudik Idulfitri.

Contohnya, diskon tiket transportasi umum yang dikompensasi melalui subsidi dan insentif fiskal.

Penangguhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 6 persen untuk tiket pesawat pada Lebaran 2025 berhasil menurunkan harga tiket hingga 14 persen.

Biaya kebandaraan dan harga avtur di 37 bandara juga diturunkan. Tujuannya meningkatkan jangkauan layanan penerbangan bagi masyarakat.

Program Mudik Gratis dan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 2022-2025 juga diterapkan.Kebijakan WFA dinilai sebagai inovasi yang menguraikan kepadatan arus mudik. Selain itu, memperpanjang durasi tinggal pemudik di kampung halaman.

“Meski ada tekanan global akibat konflik Iran dan Israel-AS, ekonomi kita tetap kuat,” kata Haryo.

Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan harga BBM saat ini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Jadi untuk Idulfitri tahun ini diprediksi kita optimis ekonomi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” pungkas Haryo.