Yerusalem – Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu dikecam keras usai membandingkan Yesus Kristus dengan Genghis Khan. Pernyataan kontroversial ini disampaikan dalam pertemuan dengan media, Kamis (19/3), dan disiarkan televisi.
netanyahu menyebut sejarah membuktikan Yesus Kristus tidak lebih unggul dari Genghis Khan. Menurutnya, kekuatan, kekejaman, dan kekuasaan dapat mengalahkan kebaikan.
“Agresi akan mengalahkan sikap moderat. Jadi tidak ada pilihan lain,” ujarnya, seperti dikutip dari Straitstimes.com, Minggu (22/3/2026).
Pernyataan ini memicu reaksi keras di media sosial, terutama dari kalangan Kristen yang merasa tersinggung. Mereka menilai perbandingan tersebut tidak pantas,mengingat yesus diyakini sebagai perwujudan Tuhan.
Pendeta munther Isaac dari Bethlehem menilai pernyataan Netanyahu sangat menyinggung.
“Pernyataan itu bukan hanya membandingkan Yesus dengan Genghis Khan, tetapi juga menyiratkan bahwa ajaran Yesus itu naif,” tulis Isaac di akun media sosialnya.
Isaac menambahkan bahwa Netanyahu, bersama para pendukung Zionis Kristen-nya, sedang mempermainkan nilai-nilai moral yang diajarkan Yesus.
Menanggapi kritik, Netanyahu angkat bicara pada Jumat (20/3). Ia membantah tudingan bahwa dirinya bermaksud menyinggung umat Kristen.
“Ini lagi-lagi berita palsu tentang sikap saya terhadap umat Kristen, yang dilindungi dan hidup dengan baik di Israel,” tulis Netanyahu di akun X miliknya.
Ia menegaskan tidak merendahkan Yesus Kristus dalam konferensi pers tersebut.
Dalam unggahannya, Netanyahu mengklaim perbandingan Yesus Kristus dengan Genghis Khan ia kutip dari pernyataan sejarawan AS, Will Durant.
Selain itu, Netanyahu juga membela serangan gabungan Israel dan amerika Serikat ke Iran sejak 28 Februari lalu.Ia berdalih langkah tersebut adalah cara terbaik melindungi Israel dan seluruh dunia dari ancaman program nuklir dan rudal balistik Iran.







