Tutup
News

Padang Percepat Eliminasi TB dengan Dukungan Kemenkes

75
×

Padang Percepat Eliminasi TB dengan Dukungan Kemenkes

Sebarkan artikel ini
wawako-padang-percepat-eliminasi-tb-bersama-kemenkes
Wawako Padang Percepat Eliminasi TB Bersama Kemenkes

Padang – Pemerintah Kota Padang menempatkan percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) sebagai agenda kesehatan utama setelah mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan RI. Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan penguatan dari pemerintah pusat itu menjadi dorongan penting bagi daerah untuk menuntaskan penanganan TB di Sumatera Barat.

Pernyataan itu ia sampaikan seusai menghadiri kuliah umum bersama wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus di Aula Prof. dr. M. Syaaf, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Selasa (12/5/2026). Maigus menilai kehadiran Wamenkes memberi energi baru bagi Padang dalam mempercepat pengendalian penyakit menular tersebut.

Acara itu turut dihadiri Direktur Penyakit menular Ditjen P2P Kemenkes RI dr. Prima Yosephine, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, Rektor Unand efa Yonnedi, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dovy Djanas, para kepala daerah se-Sumbar, civitas akademika, dan tenaga kesehatan.

Maigus menyebut Pemko Padang segera menindaklanjuti berbagai dukungan yang telah disiapkan Kemenkes. Langkah yang akan dijalankan antara lain pendataan pasien TB yang belum terlayani, penguatan deteksi dini, serta bantuan rumah layak huni bagi penderita TB dari keluarga kurang mampu.

“kita bersyukur Kota Padang saat ini menjadi daerah dengan capaian penanganan TB terbaik di Sumatera Barat,” ujarnya.

Ia menjelaskan,lebih dari 4.000 kasus TB tercatat di Kota Padang. Dari jumlah itu, sekitar 95 persen pasien telah menyelesaikan pengobatan.

“Berdasarkan data, lebih dari 4.000 kasus TB di Kota Padang dan sekitar 95 persen sudah tuntas pengobatan. Tinggal sebagian kecil lagi yang terus kita dorong agar menyelesaikan pengobatan,” kata Maigus.

Selain mengejar penyembuhan, Pemko padang juga mendorong pencegahan lewat kebiasaan hidup sehat. Maigus menilai rumah bebas asap rokok, lingkungan yang bersih, dan kesadaran memeriksakan diri sejak awal menjadi kunci memutus rantai penularan TB.

“Kami mengimbau masyarakat membebaskan rumah dari asap rokok, termasuk di sekolah dan tempat umum. Jangan anggap TB sebagai aib. Semakin cepat diperiksa dan diobati, peluang sembuh semakin besar dan penularan bisa dicegah,” tuturnya.Dari sisi pemerintah pusat, Benjamin Paulus Octavianus menegaskan eliminasi TB terus dipercepat melalui pemeriksaan aktif berbasis by name by address. Kemenkes juga mengirim alat rontgen portabel dan PCR ke daerah, sekaligus membentuk kader TB di desa dan kelurahan.

Ia menambahkan, bantuan renovasi rumah bagi pasien TB dari keluarga kurang mampu juga tetap disalurkan. Benjamin menekankan, TB masih menjadi persoalan besar di Indonesia.

“TB masih menjadi persoalan serius di Indonesia dengan sekitar 120 ribu kematian setiap tahun. Di Sumatera Barat estimasi penderita TB mencapai 25 ribu orang dan baru sekitar 62 persen yang berhasil ditemukan serta ditangani. Ini PR kita bersama ke depan,” tegasnya.