Tutup
BisnisEkonomiPerbankan

Pegadaian dan SMBC Kembangkan Kerangka Pembiayaan Berkelanjutan 2026

63
×

Pegadaian dan SMBC Kembangkan Kerangka Pembiayaan Berkelanjutan 2026

Sebarkan artikel ini
sinergi-pegadaian-kembangkan-sustainable-financing-framework-2026
Sinergi Pegadaian Kembangkan Sustainable Financing Framework 2026

Jakarta – PT Pegadaian memperkuat arah bisnis berkelanjutan dengan menggandeng PT Bank SMBC Indonesia Tbk untuk menyusun Enduring Financing Framework 2026. Kolaborasi ini menjadi langkah lanjutan Pegadaian dalam memperluas pembiayaan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan usaha, tetapi juga membawa dampak sosial dan lingkungan yang lebih nyata.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha mengatakan penyempurnaan kerangka pembiayaan itu menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk menerapkan prinsip Environmental, Social, adn Governance (ESG) secara lebih terukur. Menurut dia, dukungan SMBC Indonesia ikut memperkuat posisi Pegadaian sebagai lembaga keuangan yang inklusif.

“Penyempurnaan Sustainable Financing Framework 2026 menjadi tonggak penting dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis secara lebih komprehensif dan terukur,” ujar Ferdian.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut berawal dari nota kesepahaman yang diteken dalam Forum Indonesia-Japan Strategic Partnership pada Maret 2026. Dari kesepakatan itu, kedua pihak kemudian mengembangkan Social financing Framework 2024 menjadi Sustainable Financing Framework 2026 dengan cakupan yang lebih luas.

Berbeda dari kerangka sebelumnya, dokumen terbaru ini tidak hanya memuat pembiayaan hijau, tetapi juga elemen orange yang menitikberatkan pada kesetaraan gender, inklusi sosial, dan pemberdayaan perempuan. Pegadaian dan SMBC Indonesia menargetkan skema ini dapat menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

head of Wholesale,Commercial & Transaction Banking SMBC Indonesia Nathan Christanto menyatakan kolaborasi tersebut sejalan dengan dukungan terhadap Asta Cita,terutama dalam memperluas akses keuangan berkelanjutan dan memperkuat industri keuangan nasional.

“Melalui penyempurnaan Sustainable financing Framework 2026 milik Pegadaian ini, kami berharap dapat menjadi bukti dukungan SMBC Indonesia untuk Pegadaian dan Republik indonesia dalam memperluas akses pembiayaan berkelanjutan sekaligus memperkuat dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Nathan.

SMBC Indonesia juga menegaskan perannya sebagai bank dengan jaringan global yang memahami kebutuhan lokal. Dalam penyusunan framework baru ini,bank tersebut memastikan kerangka pembiayaan Pegadaian tetap selaras dengan standar internasional dan mampu mengukur dampak sosial maupun lingkungan secara lebih jelas.

Sustainable Financing Framework 2026 disusun mengikuti prinsip keberlanjutan yang diakui secara global dan regulasi OJK. Acuannya mencakup Social dan Green Bonds Principles dari International Capital Market Association (ICMA), Social dan Green Loan principles dari Loan Market Association (LMA), serta Orange Bonds Principles dari Impact Investment Exchange (IIX) yang menekankan pemberdayaan perempuan dan inklusivitas gender.

Dokumen itu juga telah mendapat Second Party Opinion dari Environmental Resource Management. Pihak independen tersebut menilai framework Pegadaian sudah sejalan dengan prinsip yang berlaku dan memiliki kriteria penggunaan dana yang kuat dari sisi relevansi maupun dampak.

Ke depan, Pegadaian dan SMBC Indonesia membuka peluang kerja sama baru di bidang sustainable finance, termasuk pembiayaan Orange Loan dan pengembangan ekosistem emas. Keduanya memandang langkah ini sebagai bagian dari upaya mendorong layanan keuangan yang lebih inklusif di Indonesia.