Otomotif

Pemerintah Dorong Konversi Motor Listrik, Subsidi Rp5 Juta Diusulkan

213
×

Pemerintah Dorong Konversi Motor Listrik, Subsidi Rp5 Juta Diusulkan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah tengah menggodok rencana pemberian subsidi pembelian sepeda motor listrik baru dengan besaran sekitar Rp5 juta per unit. Program ini ditargetkan menyasar hingga 6 juta unit kendaraan pada tahap awal tahun ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa angka subsidi tersebut merupakan usulan awal yang masih akan dikoordinasikan lebih lanjut. Rencananya, kebijakan ini akan dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang sebelum dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya mengusulkan untuk motor baru terlebih dahulu. Kami menargetkan 6 juta penjualan, namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap,” ujar Purbaya dalam media briefing di kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta Selatan, Jumat (24/4).

Purbaya menambahkan, besaran subsidi Rp5 juta tersebut masih bersifat dinamis. Pemerintah akan terus memantau situasi dan perkembangan program di lapangan.

Di sisi lain, pemerintah juga fokus pada program konversi motor berbahan bakar bensin ke listrik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, langkah ini diambil untuk menekan penggunaan BBM pada 120 juta unit sepeda motor yang beredar di Indonesia.

Menurut Bahlil, program konversi telah berjalan dengan rata-rata 200 ribu unit per tahun. Pemerintah optimistis percepatan program ini akan semakin mudah dicapai seiring dengan semakin terjangkaunya biaya teknologi konversi.

“Saat ini sudah ada teknologi yang lebih efisien dengan biaya konversi di kisaran Rp5 juta hingga Rp6 juta. Semakin ke sini, harganya akan semakin murah,” pungkas Bahlil.

Otomotif

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada Kamis (4/6/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,46% secara harian ke Rp 18.049 per dolar AS. Jika dihitung sejak awal tahun 2026, posisi mata uang Garuda itu telah anjlok 7,91% dibanding posisi awal tahun di level Rp 16.725 per dolar AS. Nah, kondisi rupiah yang semakin mengkhawatirkan ini berpotensi menekan kinerja emiten di…