Tutup
BisnisTeknologi

AI Percepat Transformasi Digital Perusahaan Indonesia

104
×

AI Percepat Transformasi Digital Perusahaan Indonesia

Sebarkan artikel ini
fenomena-‘shadow-ai’-mulai-mengancam-perusahaan
Fenomena ‘Shadow AI’ Mulai Mengancam Perusahaan

Jakarta – Indonesia membutuhkan lompatan besar untuk bersaing secara global, dan teknologi informasi menjadi kunci utama dalam proses transformasi tersebut.

Jika sebelumnya transformasi memerlukan waktu bertahun-tahun, kini data yang akurat dan kecerdasan buatan (AI) memungkinkan kebijakan dieksekusi lebih cepat, tepat, dan produktif.

Berdasarkan riset terbaru perusahaan perangkat lunak berbasis komputasi awan Salesforce, sebanyak 68 persen knowledge workers menyebut penggunaan AI dalam kehidupan pribadi meningkatkan kepercayaan diri mereka saat memakai alat AI di pekerjaan.

Seiring meningkatnya penggunaan AI secara personal, perusahaan-perusahaan di Indonesia didorong untuk mempercepat adopsi AI tingkat perusahaan dan membangun tenaga kerja yang fasih menggunakan AI atau AI-fluent.

Selaras dengan itu, 70 persen knowledge workers di Indonesia mengatakan penggunaan AI secara pribadi membuat mereka lebih percaya diri menggunakan alat AI di tempat kerja.

Survei yang dilakukan YouGov untuk Salesforce ini melibatkan 1.002 knowledge workers di Indonesia untuk memahami sikap dan persepsi mereka terhadap AI dan agentic AI.

Hampir seluruh knowledge workers di Indonesia memperkirakan akan menggunakan AI dan agen AI dalam pekerjaan mereka. mereka juga menilai peran kerja mereka akan mengalami perubahan.

Hanya kurang dari 3 persen responden yang menyatakan tidak berencana menggunakan agen AI.

Namun, di tengah tingginya keterbukaan terhadap agentic AI, muncul kesenjangan keterampilan dan pengetahuan yang berpotensi menghambat perusahaan memaksimalkan potensinya.

Lebih dari sepertiga atau 37 persen knowledge workers di Indonesia ingin memahami keterampilan apa yang perlu mereka kembangkan di era AI.Meski begitu, sebagian besar masih menerima pelatihan terbatas terkait agentic AI.

Hanya 33 persen knowledge workers yang mengatakan perusahaan mereka memberikan pelatihan tentang cara menggunakan agen AI.

“Perusahaan yang tidak menyediakan akses dan pelatihan ke solusi AI tingkat perusahaan yang memadai berisiko menghadapi peningkatan Shadow AI,” kata Area Vice President and President Director Salesforce Indonesia Andreas Diantoro di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Shadow AI adalah penggunaan alat AI yang tidak disetujui dan berada di luar pengawasan perusahaan. Menurut dia, minimnya visibilitas ini dapat menimbulkan kerentanan keamanan, termasuk risiko kebocoran data sensitif.