PADANG – Upaya pemulihan ekosistem di kawasan sempadan Sungai Batang Kuranji terus digencarkan. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memimpin langsung penanaman 1.000 bibit pohon di Hutan Kota Malvinas, Padang, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Lahan seluas 24 hektare tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Area ini tercatat sebagai lokasi yang mengalami kerusakan vegetasi cukup parah akibat terjangan banjir bandang pada akhir 2025 lalu, yang berkontribusi pada total kerugian bencana di Sumbar hingga mencapai Rp33 triliun.
“Kegiatan seperti ini sangat penting agar tumbuh kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Kita semua punya tanggung jawab menjaga alam agar tetap lestari,” tegas Mahyeldi saat memimpin aksi tersebut.
Selain melakukan penanaman, Gubernur juga memberikan peringatan keras terkait aktivitas ilegal. Ia mendesak warga untuk berani melapor jika menemukan praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dianggap memicu risiko bencana lebih tinggi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Tasliatul Fuaddi, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor. Sebanyak 250 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat umum turut ambil bagian dalam aksi tersebut.
Dukungan akademisi diwujudkan melalui partisipasi Universitas Negeri Padang (UNP) yang mengutus Dr. Nofiyendri Sudiar. Keterlibatan pihak kampus menjadi sinyal positif dalam komitmen memulihkan ekosistem dan memperkuat ketahanan kawasan dari ancaman bencana.
Bibit yang ditanam pun cukup beragam, mulai dari tanaman produktif seperti matoa, mangga, jambu, rambutan, hingga pohon pelindung seperti bayur dan kelapa. Ketua Pokdarwis Malvinas, Leo, berharap bibit-bibit tersebut dapat tumbuh subur demi mewujudkan konsep ‘Green City Malvinas’.
Untuk menjamin kelangsungan hidup tanaman, Gubernur Mahyeldi memberikan instruksi khusus kepada warga setempat. Ia melarang keras tindakan perusak seperti memaku batang pohon, serta mengajak masyarakat untuk mulai membudayakan hidup minim sampah plastik dan berhenti membuang limbah rumah tangga ke sungai.







