Tutup
BisnisEkonomiNews

Perang AS-Iran Tekan Perusahaan Global Rp440 Triliun

112
×

Perang AS-Iran Tekan Perusahaan Global Rp440 Triliun

Sebarkan artikel ini
perang-as-iran-bikin-perusahaan-global-rugi-ratusan-triliun,-harga-minyak-jadi-biang-kerok
Perang AS-Iran Bikin Perusahaan Global Rugi Ratusan Triliun, Harga Minyak Jadi Biang Kerok

Jakarta – Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran disebut telah menekan perusahaan-perusahaan global lebih dari US$25 miliar atau sekitar Rp440 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.600. Kerugian itu diperkirakan masih terus bertambah selama perang belum mereda.

Tekanan itu mulai dirasakan ratusan perusahaan di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Mereka menghadapi kenaikan biaya energi, rantai pasok yang terganggu, serta permintaan konsumen yang melemah.

Berdasarkan analisis Reuters terhadap laporan perusahaan sejak konflik pecah, sedikitnya 279 perusahaan telah mengambil langkah darurat untuk menekan beban finansial.Langkah itu antara lain menaikkan harga produk, memangkas produksi, menghentikan dividen, menunda pembelian kembali saham, mengurangi tenaga kerja, menambah biaya bahan bakar, hingga meminta bantuan pemerintah.

Situasi ini juga memperburuk tekanan bisnis global yang sebelumnya sudah terpukul pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina. CEO Whirlpool marc Bitzer menyebut perlambatan industri saat ini sudah menyerupai krisis keuangan global.

“ Tingkat penurunan industri ini mirip dengan yang kami lihat saat krisis keuangan global dan bahkan lebih tinggi dibanding beberapa periode resesi lainnya,” kata Bitzer, dikutip dari Reuters, Senin, 18 Mei 2026.

Bitzer menambahkan, konsumen kini cenderung menahan diri untuk membeli barang baru. “Konsumen menahan diri untuk mengganti produk dan lebih memilih memperbaikinya,” ujarnya.

Kenaikan harga minyak menjadi salah satu dampak terbesar dari perang Iran. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran mendorong harga minyak dunia melambung di atas US$100 per barel, atau naik lebih dari 50 persen dibanding sebelum perang.

lonjakan itu ikut menaikkan biaya pengiriman, mengganggu pasokan bahan baku, dan memutus sebagian jalur perdagangan global. Pasokan pupuk, helium, aluminium, polyethylene, dan berbagai bahan baku industri lainnya juga ikut terdampak.

Sejumlah perusahaan besar seperti Procter & Gamble, toyota, hingga produsen kondom Malaysia Karex telah mengingatkan besarnya tekanan finansial dari perang.Sektor maskapai menjadi yang paling terpukul, dengan total biaya tambahan hampir US$15 miliar akibat harga avtur yang hampir dua kali lipat.

Toyota memperkirakan konflik Iran akan berdampak hingga US$4,3 miliar. Sementara itu, Procter & Gamble memperkirakan laba setelah pajaknya tertekan sekitar US$1 miliar.

McDonald’s juga memperingatkan inflasi biaya jangka panjang akibat gangguan rantai pasok. Perusahaan makanan cepat saji itu menilai tekanan tersebut bisa bertahan lebih lama jika pasokan belum segera pulih.