Tutup
EkonomiPerbankanPolitik

Prabowo Targetkan Peresmian 30 Ribu Koperasi Desa pada Agustus 2026

104
×

Prabowo Targetkan Peresmian 30 Ribu Koperasi Desa pada Agustus 2026

Sebarkan artikel ini
prabowo-janji-30-ribu-koperasi:-20-ribu-juga-jarang-di-negara-lain
Prabowo Janji 30 Ribu Koperasi: 20 Ribu Juga Jarang di Negara Lain

Nganjuk – Presiden Prabowo Subianto menargetkan peresmian 30 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada agustus 2026. Target itu disampaikan saat ia meluncurkan operasionalisasi 1.061 Kopdes Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, jawa Timur, Sabtu (16/5).

Di hadapan peserta acara, prabowo menegaskan koperasi desa akan menjadi penggerak utama ekonomi di tingkat akar rumput. Ia mengatakan koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat usaha, tetapi juga sebagai simpul distribusi pangan, logistik, hingga pembiayaan bagi masyarakat.

“Dari 1.000 ini dilaporkan kepada saya bahwa pada Agustus kita akan lompat meresmikan 30 ribu koperasi,” kata Prabowo.

Meski demikian, ia menyebut capaian 20 ribu koperasi tetap merupakan prestasi besar bila target penuh belum tercapai. menurut dia, angka tersebut sangat jarang dicapai negara lain dalam waktu singkat.

“kalau umpamanya tidak sampai 30 ribu, kalau hanya sampai 20 ribu, saya katakan 20 ribu ini adalah prestasi yang saya kira jarang bisa diketemukan di negara lain,” ujarnya.

Prabowo bahkan menantang pihak mana pun untuk meneliti negara yang mampu membangun dan meresmikan puluhan ribu koperasi dalam waktu sekitar satu tahun. “Silakan diadakan suatu research, negara mana yang membangun dan meresmikan 20 ribu koperasi dalam waktu satu tahun. Saya kira jarang,” katanya.

Dalam pidatonya, Prabowo menempatkan koperasi desa sebagai jawaban atas persoalan lama yang dihadapi warga desa, terutama petani. Ia menyebut masyarakat tidak boleh terus bergantung pada pihak luar untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun memasarkan hasil produksi.

Prabowo menyinggung sejumlah hambatan yang kerap menekan petani,mulai dari akses modal,harga pupuk yang mahal,hingga kesulitan menjual hasil panen. “Masalah petani dari dulu masalahnya sama, pupuk, modal, dan juga habis panen susah ke pasar,” ucapnya.

Untuk itu, pemerintah menyiapkan koperasi desa agar memiliki sarana transportasi sendiri, termasuk truk dan pikap, sehingga hasil panen bisa langsung dibawa ke pasar. Skema ini, menurut Prabowo, diharapkan memangkas mata rantai distribusi yang selama ini membebani petani.

selain kebutuhan petani, KDMP juga dirancang melayani berbagai kebutuhan warga. Pemerintah menyiapkan fasilitas sembako bersubsidi, penyaluran LPG dan pupuk subsidi, kredit murah, layanan logistik melalui kerja sama dengan Pos Indonesia, serta apotek obat murah.

Prabowo menilai percepatan pembangunan koperasi menunjukkan bahwa pemerintah mampu menjalankan program besar jika seluruh lembaga bergerak dengan arah yang sama.“Pemerintah Indonesia dengan lembaga-lembaganya, dengan institusi-institusinya, kalau punya kehendak, kalau punya strategi, kalau punya tekad, kalau punya kerja sama, kita mampu berbuat yang luar biasa,” katanya.

Ia menutup sambutannya dengan seruan agar Indonesia tidak kalah bersaing. “kita tidak boleh jadi bangsa yang kalah. Kita harus jadi bangsa yang menang dan kita akan menang, kita akan kuat, kita akan bangkit,” ujar Prabowo.