Tutup
InvestasiStartupTeknologi

Startup ASEAN Tinggalkan Valuasi Besar, Fokus Solusi Nyata

56
×

Startup ASEAN Tinggalkan Valuasi Besar, Fokus Solusi Nyata

Sebarkan artikel ini
era-baru-dunia-digital,-solusi-nyata-lebih-dicari-ketimbang-sekadar-viral
Era Baru Dunia Digital, Solusi Nyata Lebih Dicari Ketimbang Sekadar Viral

Jakarta – Ekosistem startup di Asia Tenggara kini bergerak menjauh dari pola lama yang mengutamakan valuasi tinggi dan ekspansi cepat. Pelaku usaha rintisan di kawasan ASEAN dituntut membuktikan bahwa produk mereka benar-benar menjawab kebutuhan pasar, mampu bertahan, dan memberi dampak nyata bagi pengguna.

Pergeseran itu muncul di tengah ekonomi global yang makin dinamis dan persaingan digital yang semakin ketat. Investor pun tak lagi mudah terpikat oleh nama besar atau popularitas sesaat. Mereka kini lebih cermat menilai ketahanan bisnis, efisiensi operasional, serta kemampuan startup membaca perubahan perilaku konsumen.

Di tengah tekanan tersebut, adaptasi menjadi kunci utama. Startup yang cepat menyesuaikan diri dengan kebiasaan pengguna, mudah dijangkau, dan menawarkan solusi atas persoalan harian dinilai punya peluang lebih besar untuk bertahan. Sejumlah perusahaan rintisan juga mulai mengarahkan inovasi ke sektor keberlanjutan, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan rantai pasok lokal.

Transformasi digital di ASEAN memang membuka ruang bagi lahirnya banyak inovasi baru. Namun, peluang itu datang bersama tantangan yang tidak ringan. Banyak founder masih bergulat dengan keterbatasan pendanaan, ekosistem yang terfragmentasi, dan perbedaan regulasi antarnegeri.Situasi ini membuat kerja sama lintas sektor dan lintas negara kian mendesak.

ukuran keberhasilan startup pun ikut bergeser. Pertumbuhan bisnis tetap penting, tetapi kini bukan satu-satunya indikator. Ketahanan layanan,kemampuan menghadapi perubahan pasar,dan kontribusi jangka panjang bagi masyarakat semakin menentukan nilai sebuah startup.

pandangan itu mengemuka dalam forum The Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) yang digelar di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan pelaku industri, investor, dan perwakilan pemerintah ASEAN untuk membahas arah baru inovasi kawasan yang lebih terhubung dan berorientasi pada dampak.

Direktur Pengembangan Ekosistem digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia,Sonny Hendra Sudaryana,menekankan pentingnya konektivitas regional bagi masa depan inovasi di ASEAN. Menurut dia,kawasan ini tidak seharusnya berjalan sebagai pasar yang terpisah-pisah.

“Ke depan, ASEAN perlu bergerak sebagai ekosistem yang saling terhubung, bukan sebagai pasar yang berjalan sendiri-sendiri. Ini membutuhkan koordinasi yang lebih kuat antara kebijakan, platform ekosistem startup, dan para mitra. Dengan begitu, para founder startup bisa berkembang lintas negara dengan dukungan dan arah yang jelas,” ujarnya.