NewsPeristiwa

Stunting Masih 22%, Dony Oskaria Sebut SDM Jadi Penentu Indonesia Emas 2045

68
×

Stunting Masih 22%, Dony Oskaria Sebut SDM Jadi Penentu Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan penguatan sumber daya manusia menjadi pilar ketiga transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Dony dalam podcast @BukanKalengKalengID yang tayang pada Rabu (10/6/2026).

Menurut Dony, Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama karena negara maju hanya dapat dibangun oleh masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif.

Ia menyoroti angka stunting nasional yang masih berada di kisaran 22 persen.

“Semua negara yang maju dan berkelanjutan itu memiliki sumber daya manusia yang kuat dan cerdas. Karena itu pemerintah melihat persoalan stunting sebagai isu yang sangat mendasar. Saat ini angka stunting kita masih sekitar 22 persen. Ini tantangan besar yang harus kita selesaikan,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Dony, tujuan utama MBG adalah memastikan anak-anak Indonesia memperoleh gizi yang cukup, memiliki tingkat kecerdasan yang lebih baik, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Tujuan utama MBG adalah memastikan anak-anak Indonesia memperoleh gizi yang cukup, memiliki tingkat kecerdasan yang lebih baik, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Selain menjalankan MBG, pemerintah juga membangun sekitar 200 Sekolah Rakyat dan mengembangkan Sekolah Unggulan.

Pemerintah juga mendistribusikan smart board ke berbagai sekolah guna meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan.

Dony menjelaskan penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu dari tiga pilar transformasi ekonomi nasional selain ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Menurutnya, berbagai program yang dijalankan pemerintah saat ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi nasional yang dirancang secara menyeluruh.

Ia mengatakan transformasi tersebut bertujuan mengantarkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045.