Jakarta – Pertamina terus memperluas jangkauan distribusi energi hingga ke pelosok negeri demi mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Hingga 2025,BUMN energi ini telah memiliki 15.345 titik distribusi BBM dan 269.096 pangkalan LPG yang tersebar di 38 provinsi.
“Pertamina bergerak menyalurkan energi hingga daerah terpencil,” tegas Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, Minggu (21/9/2025).Fadjar menambahkan, Pertamina menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari darat, laut, hingga udara, untuk menjangkau wilayah-wilayah sulit.
Hal ini membuktikan komitmen Pertamina sebagai BUMN dalam menjaga aksesibilitas, keterjangkauan harga, dan ketersediaan produk energi bagi seluruh masyarakat.
Pertamina tidak hanya fokus pada area perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Sejak 2017 hingga 2024, Pertamina melalui Subholding Commercial & Trading telah mengoperasikan 573 lembaga penyalur BBM Satu Harga di wilayah 3T.
Program BBM Satu Harga memastikan masyarakat di wilayah 3T mendapatkan harga BBM yang sama dengan wilayah lain.
“Program BBM Satu Harga memberikan dampak positif dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah 3T,” kata Fadjar.
Selain itu, Pertamina juga terus mengembangkan pertashop sebagai titik distribusi energi yang lebih luas, termasuk produk non-subsidi seperti Pertamax 92 dan Shining Gas.
Dalam penyaluran LPG subsidi, Pertamina menjalankan program One Village One Outlet (OVOO) yang telah menjangkau 70.448 desa/kelurahan atau 98% wilayah Indonesia.Pertamina berkomitmen mendukung target net zero emission 2060 dengan mendorong program-program yang berdampak pada Enduring Advancement Goals (SDGs).







