padang – Sebanyak 22 wartawan anggota PWI Sumatera Barat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI Sumbar bekerja sama dengan Diskominfotik Sumbar. Kegiatan ini didanai APBD Provinsi Sumbar tahun 2025.
UKW yang berlangsung di Edotel Hotel, milik SMK N 9 Padang, ini sempat tertunda akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar.
Awalnya,UKW direncanakan pada 29-30 November. Namun, karena puncak bencana hidrometeorologi melanda Sumbar, kegiatan diundur menjadi 3-4 desember.
Para peserta akan diuji oleh penguji dari PWI Pusat, serta penguji dari PWI Sumbar dan PWI Riau.
Salah seorang peserta, Hendrivon, wartawan asal Solok Selatan, menceritakan perjuangannya menuju Padang.
“Karena musibah banjir, untuk sampai ke Padang memerlukan perjuangan berat. Alhamdulillah saya sampai sore kemarin di hotel setelah hampir 6 jam diperjalanan,” ujarnya.
Peserta dari Bukittinggi, Pasaman, dan Payakumbuh bahkan membutuhkan waktu 7 hingga 10 jam untuk sampai ke Padang.
ketua PWI Sumbar, Widya Navies, mengakui beratnya perjuangan peserta UKW kali ini.
“UKW kali ini adalah UKW istimewa, karena perjuangan peserta untuk sampai ke Padang ini cukup berat, menyusul musibah banjir yang sudah sama-sama kita ketahui,” katanya.
Sekretaris Dinas Kominfotik, Oni Fajar Syahdi, mengapresiasi penyelenggaraan UKW ini.
“Saya tahu untuk menjadi peserta UKW ini banyak sekali syarat administrasinya, karena ini untuk menjadi kompeten,” ujarnya.
Oni menambahkan,UKW ini sangat strategis,terutama dalam melihat dinamika Sumatera barat dalam beberapa tahun terakhir,terutama menyangkut berita bencana hidrometeorologi.
“Kehadiran pers dibutuhkan untuk menyampaikan informasi secara cepat akurat,empatik untuk keselamatan publik,” katanya.
Kegiatan UKW dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan berbagai sesi penilaian.
Peserta yang lolos akan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai pengakuan resmi atas profesionalitas mereka.







