Regulasi

IHSG Menguat 1,09 Persen, Rupiah Stabil di Level Rp17.839 per Dolar AS

127
×

IHSG Menguat 1,09 Persen, Rupiah Stabil di Level Rp17.839 per Dolar AS

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan sesi kedua, Selasa (2/6), di zona hijau dengan penguatan signifikan. Indeks ditutup naik 68,05 poin atau 1,096 persen ke level 6.195,427 di tengah pergerakan bursa regional Asia yang cenderung variatif.

Senada dengan IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga mencatatkan performa impresif dengan kenaikan 1,316 persen ke posisi 619,275.

Data *Stockbit* mencatat, total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp24,74 triliun. Adapun volume saham yang diperdagangkan mencapai 30,68 miliar lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,56 juta kali.

Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau melemah. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup turun 34 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.839 per dolar AS.

Di sisi lain, bursa Asia menunjukkan performa yang beragam. Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 2,52 persen ke 26.038,32, disusul indeks Straits Times Singapura yang naik 1,06 persen ke 5.091,27, dan indeks SSE Composite China yang tumbuh 0,43 persen ke 4.075,10. Sebaliknya, indeks Nikkei 225 di Jepang justru terkoreksi 0,30 persen ke level 66.734,24.

Berikut adalah daftar emiten dengan performa menonjol selama perdagangan hari ini:

Top Gainers
* BEER (Jobubu Jarum Minahasa): naik 34,94 persen ke 112
* NZIA (Nusantara Almazia): naik 34,85 persen ke 178
* KUAS (Ace Oldfields): naik 34,07 persen ke 122
* DSSA (Dian Swastatika Sentosa): naik 25,00 persen ke 615
* BREN (Barito Renewables Energy): naik 24,85 persen ke 4.120

Top Losers
* TRUE (Triniti Dinamik): turun 15,00 persen ke 85
* ELPI (Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari): turun 14,81 persen ke 1.495
* APIC (Pacific Strategic Financial): turun 14,80 persen ke 835
* KJEN (Krida Jaringan Nusantara): turun 14,62 persen ke 181
* EPAC (Megalestari Epack Sentosaraya): turun 12,68 persen ke 62

Top Value
* TPIA (Chandra Asri Pacific): Rp4,09 triliun
* BBCA (Bank Central Asia): Rp2,00 triliun
* BRPT (Barito Pacific): Rp1,98 triliun
* AMMN (Amman Mineral Internasional): Rp1,62 triliun
* BREN (Barito Renewables Energy): Rp1,20 triliun

Top Volume
* BUMI (Bumi Resources): 26,62 juta lembar
* TPIA (Chandra Asri Pacific): 21,39 juta lembar
* ASPR (Asia Pramulia): 13,67 juta lembar
* BNBR (Bakrie & Brothers): 11,93 juta lembar
* BRPT (Barito Pacific): 9,84 juta lembar

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Tekanan di pasar keuangan domestik masih membayangi kinerja industri reksadana. Di tengah pelemahan pasar saham dan meningkatnya volatilitas nilai tukar rupiah, manajer investasi memilih memperkuat kualitas portofolio melalui seleksi emiten berbasis fundamental guna menjaga kinerja reksadana saham hingga kuartal III 2026. Baca Juga: Rupiah Masih Rentan, Berisiko Tembus Rp 19.000 per Dolar AS di Akhir Juni 2026 Berdasarkan…