Bursa SahamInvestasiNewsRegulasiUKM

Soraya Berjaya Bukukan Sejarah Baru, Rahmat Saleh : Jadi Motivasi Perusahaan dan UMKM Sumbar

867
×

Soraya Berjaya Bukukan Sejarah Baru, Rahmat Saleh : Jadi Motivasi Perusahaan dan UMKM Sumbar

Sebarkan artikel ini

Padang – Sukses PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) mencatatkan sejarah baru dengan menjadi perusahaan pertama dari Sumatera Barat yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (3/7/2024).

Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi perusahaan dan UMKM lain di Sumbar untuk mengikuti jejak Soraya.

Anggota Komisi III DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Rahmat Saleh mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Soraya.

“Pertama kali mendengar berita IPO ini, pastinya merasa bangga ya, ada perusahaan dari daerah bisa masuk usahanya di bursa saham Indonesia,” ujar Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat menekankan agar langkah Soraya ini menjadi motivasi bagi perusahaan lain dan UMKM di Sumbar untuk mengembangkan usahanya dan bermimpi untuk melantai di BEI.

“Ini (harus) dijadikan motivasi bagi perusahaan lain, maupun UMKM di Sumbar, bahwa bisa dari daerah untuk maju ke bursa efek indonesia, untuk membesarkan perusahaan,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Rahmat mengajak masyarakat untuk mendukung Soraya dengan berbagai hal.

“Bisa bergabung dengan membeli sahamnya, membeli produknya, promosikan, sehingga kita saling menguatkan diantara produk-produk lokal,” tuturnya.

Di sisi lain, Rahmat juga mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan program penguatan terhadap UMKM agar bisa naik kelas.

“Mulai dari mempermudah permodalan, kemudian memanfaatkan semua lembaga yang ada, agar usaha mikro maju ke menengah, dari menengah ke skala besar, yang nanti ujung-ujungnya bisa IPO seperti Soraya hari ini,” harapnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6/026) setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi baru dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi penopang sentimen pasar. Baca Juga: Wall Street Terus Catat Rekor, Investasi di Pasar Saham AS Bisa Jadi Opsi Alternatif Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi korporasi akan lebih selektif setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan, di pasar obligasi, kenaikan suku bunga kebijakan biasanya menekan harga obligasi lama dan mendorong yield naik. Bagi emiten, kondisi ini berarti biaya penerbitan baru menjadi lebih mahal. Emiten yang tidak memiliki…