Tutup
NewsRegulasi

DJPb Sumbar Dorong Kemandirian Fiskal Padang Pariaman dan Pariaman

528
×

DJPb Sumbar Dorong Kemandirian Fiskal Padang Pariaman dan Pariaman

Sebarkan artikel ini

Ia menekankan pentingnya kemandirian fiskal di kedua daerah tersebut sebagai kunci pembangunan berkelanjutan.

Foto : Internet

Pariaman – Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Barat, Syukriah HG, melakukan audiensi strategis dengan Bupati Padang Pariaman dan Wali Kota Pariaman pada Selasa (18/3/2025).

Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi terpisah, yakni Kantor Bupati Padang Pariaman dan Balaikota Pariaman, dengan agenda utama memperkuat pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Audiensi turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan Akuntansi dan Pelaporan serta Kepala KPPN Padang yang menaungi wilayah Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

Syukriah menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan upaya konkret mendukung Asta Cita Nomor 2 (penguatan pertahanan dan keamanan nasional) dan Asta Cita Nomor 6 (pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi).

Ia menekankan pentingnya kemandirian fiskal di kedua daerah tersebut sebagai kunci pembangunan berkelanjutan.

Berdasarkan data Government Finance Statistics (GFS) DJPb Sumbar, tingkat kemandirian fiskal Kabupaten Padang Pariaman masih berada di angka 10 persen, sedangkan Kota Pariaman tercatat 7 persen. Angka ini dinilai masih rendah dan membutuhkan strategi peningkatan pendapatan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Padang Pariaman John K. Azis menyatakan akan fokus pada peningkatan pelayanan rumah sakit serta pengembangan sektor perkebunan kelapa sebagai upaya mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menekankan optimalisasi sektor pariwisata, kuliner, dan peningkatan pemungutan pajak daerah sebagai prioritas utama.

Percepatan Penyaluran Dana Desa

Dalam audiensi tersebut, juga dibahas realisasi penyaluran Dana Desa per 17 Maret 2025. Di Kabupaten Padang Pariaman, penyaluran telah mencapai Rp19,32 miliar atau 18,76 persen dari total pagu Rp102,99 miliar untuk 103 nagari. Sementara di Kota Pariaman, realisasi mencapai Rp22,29 miliar atau 54,32 persen dari total pagu Rp41,03 miliar untuk 55 nagari.

Syukriah mengingatkan bahwa Dana Desa Tahap I harus tersalurkan 100 persen sebelum Juni 2025. Ia menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan keuangan negara.

“Dana yang ditransfer harus memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat. Sinergi antara semua pihak mutlak diperlukan,” ujar Syukriah.

Menindaklanjuti hal itu, Bupati Padang Pariaman menyatakan akan segera menggelar pertemuan dengan seluruh wali nagari guna memastikan Dana Desa digunakan tepat sasaran. Wali Kota Pariaman juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan fiskal.

“Tanpa dana yang cukup, target pembangunan tidak akan tercapai secara maksimal,” kata Yota Balad.

Kanwil DJPb Sumbar berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang akuntabel, transparan, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…