Tutup
News

Akselerasi Swasembada Gula, Wapres Gibran-Mentan Amran Totalitas Dukung Petani

243
×

Akselerasi Swasembada Gula, Wapres Gibran-Mentan Amran Totalitas Dukung Petani

Sebarkan artikel ini
akselerasi-swasembada-gula,-wapres-gibran-mentan-amran-totalitas-dukung-petani
Akselerasi Swasembada Gula, Wapres Gibran-Mentan Amran Totalitas Dukung Petani

Banyuwangi – pemerintah Indonesia menargetkan swasembada gula pada tahun 2027, sebagai bagian dari upaya mempercepat swasembada pangan secara nasional.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen tersebut saat melakukan kunjungan kerja panen raya dan penanaman tebu di Kebun Tebu Jolondoro, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/6/2025).

“Paling lambat di 2027,” kata Wakil Presiden Gibran, merujuk pada target swasembada gula. Ia menambahkan, “jadi ini akan kita kejar dan insya Allah hasilnya bisa seperti beras. Harganya baik, semua bisa diuntungkan dan sekali lagi ini komitmen dari pemerintah, Pak Presiden Prabowo untuk swasembada pangan ini benar-benar menjadi fokus utama.”

Wakil Presiden Gibran menekankan pentingnya perhatian dan kebijakan yang kuat untuk sektor gula, mencontohkan keberhasilan sektor beras. Dalam dialog dengan petani, baik secara langsung maupun daring, pemerintah mencatat berbagai keluhan sebagai masukan penting. “Ini sekarang PR-nya Pak Mentan adalah masalah gula,” ungkapnya. “Ini membutuhkan ketegasan dari Pak Menteri untuk memperbaiki beberapa hal dan Pak Presiden pasti backup penuh.”

Pemerintah, menurut Wakil Presiden Gibran, berkomitmen penuh mendukung petani dan meningkatkan sektor gula. Dukungan yang diharapkan petani mencakup mekanisasi hingga harga penjualan yang menguntungkan.

“Saya kira tadi untuk masalah mekanisasi,pupuk,bibit,ini dari pemerintah pasti komit untuk membantu para petani,” jelasnya. “Kita ingin beresi ini semua karena di setiap Ratas pasti selalu disampaikan Pak Presiden,ditanyakan masalah harga,produksi seperti apa,pasti ditanyakan terus. Nanti masukan-masukannya akan segera kami tindak lanjuti dan kita ingin ini sukses seperti beras.”

Wakil Presiden Gibran mendorong sinergi berbagai pihak untuk memajukan komoditas tebu nasional, dengan target swasembada tebu dalam dua tahun ke depan. “kita support pokoknya 2 tahun ini semuanya beres,” tegasnya. “Dan sekali lagi kita butuh dukungan dari Kepala Daerah,para Dirut,pak Wamen,juga kerja keras sama-sama untuk menuju swadembada pangan.”

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah telah menyusun Roadmap Swasembada Gula Nasional, menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2028 dan swasembada gula nasional serta kebutuhan industri pada 2030, termasuk pemenuhan bioetanol sebagai bahan bakar nabati.

Kementerian Pertanian, ditegaskan oleh menteri Pertanian Amran, berkomitmen mengakselerasi swasembada gula dengan pembenahan sektor gula dari hulu ke hilir.

“Pembenahan total dari hulu ke hilir,” jelasnya. “Mulai benih,tanam,kemudian hilirisasi. Selain itu penjualan, supaya sistemnya lebih baik dan menguntungkan petani kita. Karena sederhana, petani untung maka mereka tanam. Petani rugi, mereka jera untuk tanam. Dia tidak muluk-muluk, yang penting bisa diberi ruang untuk untung.”

Berdasarkan taksasi awal 2025, produksi gula diperkirakan mencapai 2,901 juta ton dari luas areal 538.168 hektare. Realisasi produksi selama 5 tahun terakhir mencapai 95 persen dari taksasi awal, sehingga total produksi tahun 2025 diperkirakan sebesar 2,75 juta ton, tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

Upaya percepatan swasembada gula nasional meliputi intensifikasi pada kegiatan bongkar ratoon seluas 275 ribu hektare hingga tahun 2027, penggunaan benih unggul, perbaikan irigasi, dan penggunaan pupuk yang tepat sasaran.

Selain itu, ditargetkan perluasan areal tebu seluas 500 ribu hektare, terdiri dari 200 ribu hektare inti dan 300 ribu hektare plasma, serta pembangunan dan reaktivasi 10 unit pabrik gula di Jawa maupun luar Jawa. Langkah ini diharapkan mendorong investasi, hilirisasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.