Tutup
Perbankan
228
×

Sebarkan artikel ini

Bondowoso – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan 55 proyek pembangkit energi baru terbarukan (EBT) secara kolektif, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh Unit-2 di Solok Selatan, sumatera Barat. Peresmian tersebut dipusatkan di PLTP Ijen, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, pada kamis (26/6/2025).

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang hadir dalam peresmian tersebut, menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dalam menyambut investasi strategis, terutama di sektor pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan. “Saya meyakini pembangunan PLTP Muara Laboh Unit-2 akan berdampak positif bagi iklim investasi di Sumbar ke depan,” ujarnya seusai acara.

mahyeldi menegaskan bahwa investasi di Sumatera Barat tidaklah rumit. “Ini adalah bukti nyata bahwa berinvestasi di Sumbar itu tidak rumit. Pemerintah provinsi siap memfasilitasi dan memberikan kepastian,” tambahnya.

Proyek PLTP Muara laboh Unit-2,menurut Mahyeldi,sejalan dengan program Unggulan Pemprov Sumbar,yaitu Gerak Cepat Sumbar sejahtera,terutama dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta penciptaan iklim investasi yang kondusif dan pro-lingkungan. “Kita ingin pembangunan energi tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata, terutama di kawasan sekitar proyek seperti Solok Selatan,” jelasnya.

PLTP Muara Laboh Unit-2 merupakan perluasan dari wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) liki Pinangawan-Muaralaboh yang berpotensi mencapai 220 megawatt. Proyek ini ditargetkan beroperasi secara komersial (COD) pada tahun 2027 dengan nilai investasi mencapai Rp8,2 triliun.

Pembangkit ini diproyeksikan mampu menyuplai energi listrik untuk sekitar 900.000 rumah tangga, mengurangi emisi karbon sebesar 938.000 ton CO2 per tahun, serta menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja saat tahap konstruksi, dan 300 hingga 400 tenaga kerja di masa operasional.