Tutup
News

Bank Dunia–IAEA Sepakat Kembangkan Energi Nuklir Aman untuk Negara Berkembang

278
×

Bank Dunia–IAEA Sepakat Kembangkan Energi Nuklir Aman untuk Negara Berkembang

Sebarkan artikel ini
bank-dunia–iaea-sepakat-kembangkan-energi-nuklir-aman-untuk-negara-berkembang
Bank Dunia–IAEA Sepakat Kembangkan Energi Nuklir Aman untuk Negara Berkembang

Paris – Bank Dunia dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menjalin kemitraan baru untuk mendorong pembiayaan energi nuklir sebagai bagian dari solusi energi global.Perjanjian kerja sama ini diluncurkan pada Kamis (27/6/2025) di Paris.

Presiden Bank Dunia, Ajay Banga, dan Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menandatangani nota kesepahaman yang menandai kemitraan tersebut. Kemitraan ini bertujuan untuk mengembangkan dan membiayai tenaga nuklir yang aman bagi negara-negara berkembang, termasuk memperpanjang masa operasional reaktor yang sudah ada.

Kedua lembaga sepakat untuk membangun kapasitas pengetahuan di bidang energi nuklir, dengan fokus pada keselamatan, keamanan, perencanaan energi, serta pengelolaan limbah nuklir, sebagaimana tertuang dalam pernyataan bersama.

Bank Dunia dan IAEA juga akan bekerja sama memperpanjang umur pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang ada sebagai sumber energi rendah karbon yang hemat biaya.Selain itu, kerja sama akan diarahkan untuk mempercepat pengembangan reaktor modular kecil (small modular reactors/SMR), yang dinilai memiliki potensi besar untuk diadopsi secara luas di negara-negara berkembang.Banga menekankan pentingnya pasokan listrik dasar yang andal dari energi nuklir untuk mendukung sektor-sektor penggerak ekonomi. “Pekerjaan membutuhkan listrik.Begitu juga pabrik, rumah sakit, sekolah, dan sistem air. Dengan lonjakan permintaan, termasuk dari perkembangan AI dan pembangunan, kita harus membantu negara-negara menyediakan daya yang andal dan terjangkau,” ujar Banga.

Bank Dunia, lanjut Banga, merangkul energi nuklir sebagai bagian dari solusi. “Itulah sebabnya kami merangkul energi nuklir sebagai bagian dari solusi, dan kembali menjadikannya bagian dari bauran energi yang ditawarkan grup Bank Dunia kepada negara-negara berkembang untuk mencapai ambisi pembangunan mereka,” katanya pada Kamis (27/6/2025).

Sementara itu, Grossi menyebut perjanjian ini sebagai “tonggak sejarah” dan menilai bahwa hal ini merupakan tanda bahwa dunia mulai kembali bersikap realistis terhadap energi nuklir. Ia mengatakan, kesepakatan ini membuka peluang bagi bank pembangunan multilateral dan investor swasta untuk mempertimbangkan tenaga nuklir sebagai opsi yang layak untuk menjamin ketahanan energi.Grossi juga menyebut kemitraan yang terjalin pada Kamis (27/6/2025) ini sebagai “langkah awal yang krusial” untuk membuka jalur pembiayaan bagi teknologi reaktor modular kecil, yang berpotensi menyediakan energi bersih untuk perekonomian negara berkembang.