Tutup
Perbankan

Harga Emas Antam Akhirnya Naik Lagi Hari Ini 1 Juli 2025, Jual atau Beli?

261
×

Harga Emas Antam Akhirnya Naik Lagi Hari Ini 1 Juli 2025, Jual atau Beli?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Setelah mengalami tekanan selama sepekan terakhir, harga emas Antam menunjukkan sinyal pemulihan dengan kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa (1/7/2025). Tercatat, harga emas Antam naik Rp 16.000 per gram, mengakhiri tren penurunan sebelumnya.

Menurut data dari laman logammulia.com, Selasa (1/7/2025), harga emas Antam kini berada di level Rp 1.896.000 per gram, naik dari posisi sebelumnya Rp 1.880.000 per gram.

Kenaikan harga jual ini juga diikuti oleh peningkatan pada harga buyback emas Antam. Harga buyback tercatat naik Rp 4.000 menjadi Rp 1.740.000 per gram. Perlu diketahui bahwa transaksi jual beli emas dikenakan potongan pajak sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback ini dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut adalah rincian harga pecahan emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia pada Selasa (1/7/2025):

Harga emas 0,5 gram: Rp 998.000. Harga emas 1 gram: rp 1.896.000. Harga emas 2 gram: Rp 3.736.000. Harga emas 3 gram: Rp 5.584.000. Harga emas 5 gram: Rp 9.284.000. Harga emas 10 gram: Rp 18.490.000. Harga emas 25 gram: Rp 45.062.500. harga emas 50 gram: Rp 92.005.000.Harga emas 100 gram: Rp 183.890.000. Harga emas 250 gram: Rp 459.337.500. Harga emas 500 gram: Rp 918.375.000. Harga emas hari ini 1.000 gram: Rp 1.836.600.000.

Sebelumnya, pada perdagangan Senin (30/6/2025), harga emas Antam sempat mengalami penurunan sebesar Rp 4.000. Bahkan, selama sepekan terakhir, harga emas Antam terus mengalami tekanan, dengan penurunan masing-masing sebesar Rp 23.000 pada Sabtu, Rp 17.000 pada Jumat, dan Rp 8.000 pada Kamis.Sementara itu, di pasar global, harga emas dunia juga mencatatkan kenaikan tipis pada penutupan perdagangan Senin (30/6/2025), yang didorong oleh pelemahan nilai tukar dolar AS. Para pelaku pasar kini tengah menantikan data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini,terutama data ketenagakerjaan,sebagai acuan untuk memprediksi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

mengutip CNBC pada Selasa (1/7/2025), harga emas di pasar spot naik 0,6% menjadi USD 3.293,55 per troy ounce, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 29 Mei. secara keseluruhan, harga emas telah naik sekitar 5,5% sepanjang kuartal II tahun ini, menandai kenaikan dua kuartal berturut-turut.Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior Zaner Metals, Peter Grant mengatakan bahwa pelemahan dolar AS memberikan sedikit dorongan bagi harga emas. “Pelemahan dolar hari ini memberi sedikit dorongan bagi harga emas. Namun secara teknikal,emas masih bergerak dalam rentang sempit sejak pertengahan Mei,” katanya.

Pelemahan dolar AS ini terjadi terhadap mata uang utama seperti euro dan franc Swiss, dipicu oleh kekhawatiran pasar atas defisit anggaran pemerintah AS yang membengkak serta kabar negosiasi dagang yang lebih positif.

Di sektor perdagangan, Amerika Serikat dan Tiongkok telah menyelesaikan beberapa isu terkait ekspor rare earth (logam tanah jarang) dan pengiriman magnet, membuka peluang pembicaraan dagang lanjutan antara kedua negara. Selain itu,Kanada juga membatalkan pajak layanan digital terhadap perusahaan teknologi AS,demi melancarkan kembali negosiasi perdagangan dengan Washington.

Secara historis, emas seringkali dipilih oleh investor sebagai aset lindung nilai (safe haven), terutama di masa ketidakpastian global dan suku bunga rendah.

Pada pekan ini, perhatian investor akan tertuju pada data ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis pada Rabu, serta data klaim tunjangan pengangguran mingguan pada Kamis. Kedua data ini akan dipantau secara ketat untuk memprediksi arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Analis dari Citi memperkirakan bahwa harga emas akan bergerak dalam kisaran USD 3.100-USD 3.500 selama kuartal ketiga 2025. Mereka juga menyebutkan bahwa harga tertinggi pada akhir April di level USD 3.500 kemungkinan merupakan puncak sementara, seiring defisit pasar emas yang mendekati titik jenuh.