Tutup
Perbankan

Mandiri Jogja Marathon 2025 Jadi Motor Akselerasi Konsumsi Lokal dan Geliat Ekonomi Daerah

319
×

Mandiri Jogja Marathon 2025 Jadi Motor Akselerasi Konsumsi Lokal dan Geliat Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta – Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2025 yang diselenggarakan Bank Mandiri pada Jumat (27/6/2025) lalu, terbukti menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal. Peningkatan signifikan dalam konsumsi masyarakat menjadi bukti nyata dampak positif acara ini terhadap perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DI Yogyakarta).

Data dari Mandiri Spending Index (MSI) yang diolah oleh Mandiri Institute menunjukkan lonjakan konsumsi harian di DI Yogyakarta sebesar 28,6% pada hari pelaksanaan MJM 2025, jika dibandingkan dengan rata-rata belanja harian pada hari kerja biasa. Kenaikan ini lebih tinggi 14,1 percentage point (ppt) dibandingkan minggu-minggu sebelumnya yang hanya mencatatkan kenaikan sebesar 14,5%. Diketahui, kenaikan 14,1 ppt ini menjadi yang tertinggi selama tiga tahun terakhir penyelenggaraan MJM.

Corporate secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menilai keberhasilan MJM 2025 membuktikan pentingnya sinergi antara dunia usaha, komunitas, dan pemerintah daerah dalam menciptakan stimulus ekonomi baru yang berkelanjutan. “Event seperti Mandiri Jogja Marathon tidak hanya menghadirkan semangat sportivitas, tetapi juga mengakselerasi denyut ekonomi lokal.Hal ini menjadi bentuk konkret komitmen kami untuk menciptakan nilai tambah yang lebih luas mulai dari sosial, ekonomi, hingga budaya bagi masyarakat,” ungkap Ashidiq pada Jumat (27/6/2025).

Secara sektoral, lonjakan konsumsi selama MJM sangat terasa di kelompok belanja leisure dan mobilitas. MSI mencatat peningkatan tajam pada beberapa sektor seperti travel, hotel dan transportasi yang melonjak di atas 80% serta maskapai penerbangan yang meningkat 36,2%.

Peningkatan tren konsumsi juga terjadi pada sub sektor seperti olahraga, hobi, hiburan atau entertainment serta restoran.Angka ini jauh melebihi tren konsumsi di wilayah Jawa secara umum.

selama periode libur panjang Mei-awal Juni 2025, pertumbuhan MSI mingguan di Jawa tercatat hanya 1%. Bahkan, di minggu ketiga Juni 2025, Yogyakarta menjadi provinsi dengan pertumbuhan MSI tertinggi yakni 4,7%, jauh di atas rata-rata nasional.

ashidiq menambahkan bahwa fenomena ini semakin menegaskan pentingnya momen khusus dalam merangsang belanja masyarakat. Tanpa momentum seperti libur nasional atau event komunitas, konsumsi cenderung stagnan.

“Konsumen kini lebih selektif dan rasional.Untuk itu, pendekatan berbasis experience menjadi sangat penting. Melalui event seperti MJM, kami ingin menciptakan momen yang bukan hanya mendatangkan pengunjung, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal secara terukur dan berdampak,” tambah Ashidiq pada Jumat (27/6/2025).

Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai enabler dalam mendorong pertumbuhan konsumsi dan pariwisata domestik, termasuk dengan memperluas dukungan terhadap sport tourism, festival belanja, dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami percaya kolaborasi dan sinergi yang berkelanjutan antara dunia usaha, pemerintah, dan komunitas lokal adalah fondasi penting untuk mempertahankan daya beli dan momentum ekonomi nasional hingga akhir tahun,” pungkas Ashidiq pada jumat (27/6/2025).

Dengan suksesnya penyelenggaraan MJM yang menarik lebih dari 9.200 peserta dan ribuan pengunjung dari berbagai daerah, Bank Mandiri berharap langkah ini dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di wilayah lain, sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat konsumsi domestik berbasis ekonomi kerakyatan.