Tutup
News

Pariaman Pacu Ketahanan Pangan: Kolaborasi Lintas Sektor Garap Lahan Jagung

223
×

Pariaman Pacu Ketahanan Pangan: Kolaborasi Lintas Sektor Garap Lahan Jagung

Sebarkan artikel ini
potensi-200-ribu-hektare-lahan-jagung,-rahmat-saleh:-sumbar-punya-masa-depan-pangan
Potensi 200 Ribu Hektare Lahan Jagung, Rahmat Saleh: Sumbar Punya Masa Depan Pangan

Pariaman – Upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional terus digencarkan, salah satunya melalui programme penanaman jagung yang diinisiasi di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mewujudkan program ini saat peresmiannya pada Kamis (24/7/2025).

Program ini melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Polda Sumbar, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, serta PT Paten Mekar Tani dan Mekar Investma Teknologi. Rahmat Saleh menilai, kolaborasi ini sebagai langkah konsolidasi yang sangat penting. “Hari ini,kita menyaksikan peluncuran gerakan konsolidasi yang sangat penting,” ujarnya. Ia menambahkan, “Ada sinergi antara Kapolda, PT Paten Mekar Tani, dan pemerintah daerah Sumatera Barat untuk mendukung ketahanan pangan, khususnya produksi jagung.”

Menurut Rahmat, kolaborasi ini mencerminkan kesadaran bersama akan pentingnya pemanfaatan sumber daya yang belum tergarap maksimal. Ia menjelaskan, banyak lahan tidur milik masyarakat maupun pemerintah yang berpotensi menjadi sumber pangan produktif. “Ada banyak lahan tidur milik masyarakat maupun pemerintah. Melalui program ini, kita berupaya menghidupkan kembali potensi tersebut menjadi sumber pangan yang produktif,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada PT Paten Mekar Tani atas dukungan teknis dan logistik, termasuk modal, pupuk, infrastruktur, dan bibit unggul. Rahmat menilai, pendekatan ini penting agar petani tidak hanya dibebani produksi, tetapi juga didukung secara menyeluruh. Ia juga menuturkan, Sumatera Barat memiliki potensi lahan jagung sekitar 200 ribu hektare. “Sumatera Barat memiliki potensi lahan jagung sekitar 200 ribu hektare. Jika ini kita garap serius dan berkelanjutan, Sumbar bisa menjadi pionir dalam ketahanan pangan jagung di Indonesia,” kata Rahmat. ia berharap, “Gerakan ini tidak hanya seremonial. Harus ada tindak lanjut nyata, monitoring, dan perbaikan terus-menerus.”

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyampaikan bahwa saat ini Sumbar masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan jagung. Ia menjelaskan, hanya 40 persen kebutuhan jagung yang mampu dipenuhi dari daerah sendiri, sisanya harus didatangkan dari luar atau bahkan impor. “Hanya 40 persen kebutuhan jagung yang mampu dipenuhi dari daerah sendiri, sisanya harus didatangkan dari luar atau bahkan impor,” jelasnya.Ia berharap program ini menjadi titik balik bagi peningkatan produksi lokal.Mahyeldi menambahkan, “Kami punya banyak lahan tidur yang siap dikelola. PT Mekar Investma hadir untuk membantu pengolahan lahan, penyediaan bibit, pupuk, dan alat pertanian. Target kita, 1.000 hektare dapat mulai dikelola pada Agustus mendatang.”

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, juga menyampaikan dukungan serupa, menyoroti pentingnya sinergi antara keamanan dan pembangunan. “Kami tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga ikut berkontribusi dalam program swasembada pangan.Kami ingin program ini tidak hanya besar di rencana, tetapi nyata di lapangan,” tegasnya. Kapolda menggarisbawahi prinsip 3U yang ditawarkan PT Paten, yaitu upgrade, up screen, dan uplist, sebagai pendekatan strategis dalam meningkatkan hasil pertanian modern. Ia memastikan institusi kepolisian akan memberikan dukungan penuh bagi kelancaran program ini.

CEO PT Mekar Investma Teknologi, Pandu Aditya Kristy, menekankan bahwa ketahanan pangan tidak bisa diwujudkan oleh satu pihak saja. “Ini butuh gotong royong. Pemerintah daerah,aparat negara,dunia usaha,investor,dan tentu saja petani harus duduk bersama. Kami bersyukur bisa menjadi bagian dari kolaborasi ini,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur PT Paten Mekar Tani, Ari Irpendi putra, menyebut Sumbar memiliki lahan luas yang belum tergarap maksimal.”Lahan tidur ini punya potensi luar biasa. Kehadiran kami bertujuan membantu petani agar lahan tersebut menjadi produktif. Kami ingin petani dan partai tani menjadi mitra strategis,” katanya.

Bupati Padang Pariaman, John kenedy Aziz, optimis bahwa langkah ini akan membawa perubahan nyata di daerahnya. “Presiden kita punya cita-cita besar soal ketahanan pangan.Kami di Padang pariaman siap menjadi bagian dari itu. Kami punya lahan luas dan semangat kerja sama. PT Mekar bisa membantu kami mengelola lahan, dan kami sambut baik tamu-tamu dari luar negeri yang ingin mendukung langkah ini,” ungkapnya.

Program penanaman jagung ini juga dirancang sebagai solusi jangka panjang terhadap krisis pangan global. Pemerintah daerah menyatakan siap memfasilitasi seluruh proses, termasuk pengawalan legalitas lahan, pendampingan petani, dan pemantauan hasil panen.