Tutup
News

Peringati Hari Sungai Nasional, BRI Jaga Ekosistem Lewat Bersih-Bersih Sungai dan Kesadaran Pengelolaan Sampah

179
×

Peringati Hari Sungai Nasional, BRI Jaga Ekosistem Lewat Bersih-Bersih Sungai dan Kesadaran Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini
peringati-hari-sungai-nasional,-bri-jaga-ekosistem-lewat-bersih-bersih-sungai-dan-kesadaran-pengelolaan-sampah
Peringati Hari Sungai Nasional, BRI Jaga Ekosistem Lewat Bersih-Bersih Sungai dan Kesadaran Pengelolaan Sampah

Denpasar – Ratusan warga dan aktivis lingkungan berkolaborasi dalam aksi bersih sungai yang diinisiasi oleh BRI Peduli di sungai Last Point, Denpasar Selatan, bali, Jumat (27/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari programme “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan” untuk memperingati Hari Sungai Nasional.

Sebanyak 242 warga dan 200 aktivis peduli sampah terlibat dalam aksi bersih-bersih yang menyasar anak Sungai Tukad Badung. Fokus pembersihan dilakukan di area sepanjang 70 meter di kawasan konservasi Mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Bali.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa program ini memiliki dua kegiatan utama. “Kegiatan pembersihan sungai dan edukasi sampah menjadi fokus utama kami,” ujarnya.

Dalam kegiatan pembersihan sungai,masyarakat bergotong royong membersihkan Tukad Badung dengan tujuan melestarikan lingkungan dan meningkatkan kualitas ekosistem perairan.Selain mengurangi timbunan sampah, kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya alam. Sementara itu, kegiatan edukasi sampah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pemilahan sampah. Sampah yang diambil dari sungai dipilah menjadi organik dan anorganik. edukasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan,khususnya dalam pengelolaan sungai.

Sampah organik yang sudah dipilah dapat dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat, seperti bahan pupuk kompos, tambahan pakan ternak, urban farming, bahkan diolah menjadi biogas.Sedangkan sampah anorganik akan dicacah menggunakan alat pencacah sampah dan hasilnya dijual ke pengepul sampah.

Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk lebih aktif berperan serta sekaligus dibekali pengetahuan dan keterampilan yang tepat dalam membersihkan sungai, memilah sampah, dan mengelola limbah secara bijak.

Untuk mendukung kelancaran program, BRI Peduli menyalurkan bantuan peralatan seperti Trash Barrier, Sapu, Timbangan Sampah, dan Gerobak Sampah.

Hendy menambahkan bahwa peran aktif masyarakat dalam pembersihan sungai dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. “Masyarakat juga akan memiliki pengetahuan dan teknik yang benar dalam membersihkan sungai, memilah sampah, maupun mengelola limbah,” imbuhnya.

Kegiatan BRI Peduli Jaga Sungai Jaga Kehidupan di Tukad Badung berhasil mengumpulkan 3.262 kg sampah anorganik dan menjaga tingkat kejernihan air sungai sebesar 69%.Aktivasi ini juga mampu menghasilkan potensi reduksi emisi karbon sebanyak 9,79 Ton CO2.

Program BRI Peduli “Jaga Sungai Jaga Kehidupan” telah dilaksanakan sejak 2020 dan telah merevitalisasi lebih dari 100 sungai di berbagai daerah di Indonesia. Sungai-sungai tersebut secara rutin dibersihkan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis padat karya.

Pada tahun 2025 ini, BRI menggandeng Yayasan Sungai Watch Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk melindungi dan menjaga kebersihan sungai-sungai di Indonesia dari pencemaran, terutama sampah plastik. Bersama Yayasan Sungai Watch, BRI Peduli telah mengumpulkan reduksi sampah anorganik sebanyak 35,20 Ton.

Mengusung semangat Pro Planet dan Pro People, BRI tidak hanya melakukan normalisasi, pembersihan, dan pengerukan sungai. Lebih dari itu, BRI juga membangun sarana dan prasarana seperti taman, ruang terbuka hijau, dan area ramah anak, serta mengedukasi masyarakat mengenai pemeliharaan aliran sungai yang sehat yang bermanfaat bagi kehidupan. Program ini juga memberikan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai.

Sejak didirikan pada tahun 2020, sungai Watch telah memasang lebih dari 18 trash barriers (jaring sampah) di sungai-sungai pulau Bali dan Banyuwangi, Jawa Timur, untuk mencegah aliran sampah menuju laut. Dengan pendekatan berbasis komunitas, Sungai Watch bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk membersihkan sungai dan mengedukasi pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta pemberdayaan berbasis padat karya.