Tutup
Regulasi

Pemerintah Respons Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia

177
×

Pemerintah Respons Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia mengalami penurunan selama dua bulan berturut-turut pada awal 2026. Data Bank Indonesia menunjukkan IKK Maret 2026 berada di level 122,9, turun dari 125,2 pada Februari 2026 dan 127 pada Januari 2026.

Meski tren menunjukkan pelemahan, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa keyakinan masyarakat tetap berada di zona optimistis. Menurutnya, fluktuasi angka IKK merupakan hal yang wajar dalam dinamika ekonomi.

“Indeks Keyakinan Konsumen dan *Mandiri Spending Index* semuanya masih berada di level yang cukup kuat dan optimistis,” ujar Susiwijono di Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 tetap mampu mencapai target di angka 5,5 persen atau lebih. Optimisme ini didorong oleh kuatnya konsumsi domestik yang berkontribusi sebesar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga Indonesia lebih resilien dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Vietnam.

Selain itu, pemerintah telah menyalurkan berbagai stimulus ekonomi, seperti diskon tarif transportasi dan bantuan sosial. Susiwijono juga memproyeksikan momentum Ramadan dan Idul Fitri yang jatuh di awal kuartal II akan menjadi pendorong tambahan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Senada dengan pemerintah, Bank Indonesia menilai keyakinan konsumen tetap terjaga karena masih berada di atas level 100. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa optimisme konsumen didorong oleh penilaian positif terhadap kondisi ekonomi saat ini serta ekspektasi enam bulan ke depan.

Berdasarkan data BI, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 115,4, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) berada di level 130,4. Keduanya tercatat mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Detail survei menunjukkan adanya kenaikan pada Indeks Penghasilan Saat Ini ke level 129,2. Namun, indeks lainnya seperti ketersediaan lapangan kerja, pembelian barang tahan lama (*durable goods*), serta seluruh komponen indeks ekspektasi (penghasilan, lapangan kerja, dan kegiatan usaha) mengalami koreksi dibandingkan periode sebelumnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akhirnya memutuskan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Kali ini pihaknya menjadwalkan RUPSLB pada Selasa, 23 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Jadwal tersebut mundur dari rencana semula pada tanggal 11 Juni 2026. RUPSLB ini akan membahas rencana MDKA yang akan melaksanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang paruh kedua tahun 2026. Meski berbagai langkah stabilisasi telah ditempuh oleh Bank Indonesia (BI), sejumlah ekonom menilai penguatan rupiah secara berkelanjutan masih menghadapi tantangan besar dari faktor eksternal maupun domestik. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memberikan tanggpan atas dampak rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui beleid tersebut, aktivitas ekspor sejumlah komoditas SDA bakal melalui satu pintu. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemerintah berencana menerbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA untuk memperkuat tata kelola…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks selama sepekan lalu masih menjadi saham yang paling banyak dijual asing. Aksi jual asing tersebut membuat pergerakan saham emiten big banks kompak ikut menurun. Diantara saham big banks yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham yang turun paling tajam adalah saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) akan berganti kepemilikan. Perusahaan yang bergerak di bidang industries barang dari plastik untuk pengemasan ini menjelaskan, rencana tersebut setelah pihaknya mengetahui bahwa pemegang saham pengendali lama telah menandatangani perjanjian untuk menjual seluruh sahamnya. “Kami sampaikan bahwa pada hari Senin, 25 Mei 2026, telah dilakukan penandatanganan Pengikatan Jual Beli…