Tutup
NewsRegulasi

Family Office Era Jokowi Mandek, Airlangga: Masih Kajian, Belum Ada Tindak Lanjut!

337
×

Family Office Era Jokowi Mandek, Airlangga: Masih Kajian, Belum Ada Tindak Lanjut!

Sebarkan artikel ini
airlangga-blak-blakan-soal-family-office-yang-digagas-di-era-jokowi
Airlangga Blak-blakan Soal Family Office yang Digagas di Era Jokowi

Jakarta – Proyek family office yang digadang-gadang mampu menarik investasi triliunan rupiah, kini memasuki babak baru di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian,kelanjutan proyek yang diinisiasi sejak era Presiden Joko Widodo ini masih belum menemui titik terang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers RAPBN 2026 dan Nota Keuangan di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Jumat (15/8), memberikan pernyataan singkat terkait perkembangan proyek ini.

“Terkait family office, masih dalam kajian. Belum ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Airlangga tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai status proyek tersebut, termasuk potensi arahan dari Presiden Prabowo.

Sebelumnya,Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN),Luhut Binsar Pandjaitan,pada Senin (28/7),di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, menyampaikan optimisme pembentukan family office akan tetap berjalan meski terjadi pergantian pemerintahan.

Luhut berharap proyek ini dapat segera diputuskan oleh Presiden Prabowo pada tahun ini.

“Saya kira masih berjalan (pembentukan family office), kita lagi kejar terus,” kata Luhut.

Luhut, yang pertama kali mengusulkan ide ini saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, mencontohkan keberhasilan family office di negara-negara lain seperti Singapura, Hong Kong, dan Abu Dhabi.

Pada masa pemerintahan Jokowi, proyeksi investasi yang diharapkan masuk ke Indonesia melalui family office mencapai US$500 miliar atau setara dengan Rp8.151,95 triliun.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…