Tutup
NewsRegulasi

Family Office Era Jokowi Mandek, Airlangga: Masih Kajian, Belum Ada Tindak Lanjut!

336
×

Family Office Era Jokowi Mandek, Airlangga: Masih Kajian, Belum Ada Tindak Lanjut!

Sebarkan artikel ini
airlangga-blak-blakan-soal-family-office-yang-digagas-di-era-jokowi
Airlangga Blak-blakan Soal Family Office yang Digagas di Era Jokowi

Jakarta – Proyek family office yang digadang-gadang mampu menarik investasi triliunan rupiah, kini memasuki babak baru di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian,kelanjutan proyek yang diinisiasi sejak era Presiden Joko Widodo ini masih belum menemui titik terang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers RAPBN 2026 dan Nota Keuangan di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Jumat (15/8), memberikan pernyataan singkat terkait perkembangan proyek ini.

“Terkait family office, masih dalam kajian. Belum ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Airlangga tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai status proyek tersebut, termasuk potensi arahan dari Presiden Prabowo.

Sebelumnya,Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN),Luhut Binsar Pandjaitan,pada Senin (28/7),di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, menyampaikan optimisme pembentukan family office akan tetap berjalan meski terjadi pergantian pemerintahan.

Luhut berharap proyek ini dapat segera diputuskan oleh Presiden Prabowo pada tahun ini.

“Saya kira masih berjalan (pembentukan family office), kita lagi kejar terus,” kata Luhut.

Luhut, yang pertama kali mengusulkan ide ini saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, mencontohkan keberhasilan family office di negara-negara lain seperti Singapura, Hong Kong, dan Abu Dhabi.

Pada masa pemerintahan Jokowi, proyeksi investasi yang diharapkan masuk ke Indonesia melalui family office mencapai US$500 miliar atau setara dengan Rp8.151,95 triliun.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…