Tutup
Perbankan

Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Serangan Ukraina Ancam Pasokan Energi Rusia

314
×

Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Serangan Ukraina Ancam Pasokan Energi Rusia

Sebarkan artikel ini
harga-minyak-naik-usai-ukraina-hantam-kilang-minyak-rusia
Harga Minyak Naik Usai Ukraina Hantam Kilang Minyak Rusia

Jakarta – Harga minyak dunia naik tipis pada perdagangan Senin (25/8), dipicu serangan Ukraina ke infrastruktur energi Rusia. Serangan ini menimbulkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.

Ukraina menargetkan kilang minyak, stasiun pompa, dan kereta pengangkut bahan bakar di wilayah Rusia.

Harga minyak Brent naik 6 sen atau 0,09 persen menjadi US$67,79 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 9 sen atau 0,14 persen ke level US$63,75 per barel.

Serangan drone Ukraina pada Minggu (24/8) menyebabkan penurunan kapasitas reaktor di salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Rusia. Kebakaran besar juga terjadi di terminal ekspor bahan bakar Ust-Luga.

Kebakaran di kilang Novoshakhtinsk akibat serangan drone ukraina masih berlangsung hingga hari keempat. Kilang dengan kapasitas tahunan 5 juta metrik ton atau sekitar 100 ribu barel per hari ini sebagian besar mengekspor produk bahan bakar.

Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, menilai risiko terhadap harga minyak kini cenderung mengarah ke atas. Hal ini melihat keberhasilan Ukraina dalam menyerang infrastruktur minyak Rusia.

selain itu, harapan penurunan suku bunga di Amerika Serikat turut mendorong optimisme pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar.

Sentimen investor juga membaik setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga dalam pertemuan bank sentral AS bulan depan.

Analis ANZ dalam sebuah catatan menulis, suasana pasar yang lebih berani mendorong selera risiko investor terhadap komoditas, didukung oleh gangguan pasokan yang kembali terjadi pada sektor energi dan logam.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut Rusia telah membuat konsesi signifikan dalam negosiasi perang dengan Ukraina. Rusia disebut mengakui tidak akan bisa memasang rezim boneka di Kyiv dan bersedia memberikan jaminan keamanan bagi integritas teritorial Ukraina.

Namun, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan sanksi terhadap Rusia jika tidak ada kemajuan dalam upaya perdamaian dalam dua minggu ke depan.