Tutup
EkonomiNews

Kementan-DPD RI Pacu Swasembada, Tanam Jagung Serentak Nasional

346
×

Kementan-DPD RI Pacu Swasembada, Tanam Jagung Serentak Nasional

Sebarkan artikel ini
akselerasi-target-swasembada-pangan,-kementan-dan-dpd-tanam-jagung-serentak-di-4-provinsi
Akselerasi Target Swasembada Pangan, Kementan dan DPD Tanam Jagung Serentak di 4 Provinsi

Jakarta – Pemerintah terus berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui program swasembada. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bersinergi mewujudkan target tersebut.

Salah satu langkah konkretnya adalah penanaman jagung serentak di empat provinsi. Nusa Tenggara Timur (NTT), Bengkulu, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah menjadi lokasi utama gerakan ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI, Hermanto, menegaskan urgensi swasembada pangan. “Kita tidak boleh bergantung pada sumber daya makanan dari luar,” ujarnya saat acara penanaman bibit jagung di Kupang, NTT, Sabtu (27/9/2025).

Hermanto menambahkan, Indonesia harus mandiri dalam memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan. Tahun 2025 dinilai strategis dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau, dan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional. Penanaman jagung ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan nasional membangun kedaulatan jagung sebagai komoditas pangan dan bahan baku pakan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen jagung nasional Januari-Oktober 2025 mencapai 2,35 juta hektare. Angka ini meningkat 4,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Produksi jagung pipilan kering diperkirakan mencapai 13,60 juta ton, naik 3,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Khusus NTT, luas panen jagung tahun 2025 diperkirakan 112.137 hektare dengan produksi 291.886 ton.

Kementan berharap penanaman jagung serentak ini dapat meningkatkan produksi jagung nasional dan mewujudkan swasembada pangan.

Kementan berkomitmen berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholders lain melalui program strategis. Program tersebut meliputi cetak sawah, optimasi lahan, irigasi, benih unggul, pupuk bersubsidi, dan alat mesin pertanian (alsintan).

Wakil Ketua DPD RI, GKR hemas, menyatakan Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemain utama dalam geopolitik global. Potensi ini didukung oleh tanah subur,iklim tropis,dan petani tangguh.

Jagung, sebagai komoditas strategis, memiliki peran penting sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan energi alternatif.

“Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan ketahanan pangan adalah prioritas nasional,” pungkasnya.