Tutup
BisnisNewsPerbankan

BTN Danai Pindad Rp1,5 Triliun untuk Akselerasi Industri Pertahanan

79
×

BTN Danai Pindad Rp1,5 Triliun untuk Akselerasi Industri Pertahanan

Sebarkan artikel ini
akselerasi-produksi-maung-mv3-hingga-amunisi,-btn-kucurkan-kredit-ke-pindad-rp1,5-triliun
Akselerasi Produksi Maung MV3 hingga Amunisi, BTN Kucurkan Kredit ke Pindad Rp1,5 Triliun

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyuntikkan fasilitas pendanaan sebesar Rp1,5 triliun kepada PT Pindad. Langkah ini bertujuan mengakselerasi kapasitas produksi industri pertahanan dalam negeri, mulai dari kendaraan taktis Maung MV3 hingga amunisi.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan dukungan finansial ini merupakan bentuk nyata dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional. Menurutnya, penguatan sektor ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.

“Kami berharap dukungan ini tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi industri baja, logam, hingga manufaktur,” ujar Nixon di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Skema pendanaan tersebut terbagi ke dalam dua fasilitas, yakni Cash Loan atau Kredit Modal Kerja (KMK) kontraktor sebesar Rp125 miliar. Selain itu, terdapat fasilitas Non-Cash Loan yang mencakup Bank Garansi, SKBDN, serta LC dengan sub-limit Trust Receipt mencapai Rp1,375 triliun.

Nixon menjelaskan, dana tersebut akan diprioritaskan untuk mendukung sejumlah proyek strategis Pindad. Proyek yang dimaksud meliputi produksi kendaraan Maung MV3, berbagai jenis amunisi, hingga kendaraan water cannon untuk kebutuhan keamanan.

Dukungan ini sekaligus menjadi bukti nyata transformasi BTN melalui strategi Beyond Mortgage. Bank yang identik dengan pasar KPR ini terus berevolusi menjadi lembaga keuangan yang lebih adaptif dan relevan terhadap kebutuhan pembangunan nasional.

Langkah strategis ini juga selaras dengan prioritas pemerintah dalam APBN 2026. Diketahui, anggaran pertahanan Indonesia tahun ini menyentuh angka di atas Rp180 triliun, yang menjadikannya salah satu pos anggaran terbesar negara.