Tutup
EkonomiNewsPendidikan

Payakumbuh Genjot SPPG: Wako Arahkan Tingkatkan Higiene

161
×

Payakumbuh Genjot SPPG: Wako Arahkan Tingkatkan Higiene

Sebarkan artikel ini
wako-payakumbuh-zulmaeta-:-standar-higiene-dan-sanitasi-seluruh-sppg-agar-diperkuat!
Wako Payakumbuh Zulmaeta : Standar Higiene dan Sanitasi Seluruh SPPG Agar Diperkuat!

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh memperketat standar higiene dan sanitasi di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi puluhan ribu penerima manfaat.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menegaskan komitmen tersebut saat menerima kunjungan Aliansi Kabupaten kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Jumat (14/11/2025).

Dukungan teknis dari kedua lembaga diharapkan memperkuat implementasi Aksi Nyata laik Higiene Sanitasi (LHS) di lapangan.

“Melalui aksi ini, kita tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya higiene dan sanitasi, tetapi juga menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat,” ujar Zulmaeta.

Menurutnya,LHS bukan sekadar formalitas,melainkan instrumen penting untuk memastikan makanan yang disajikan SPPG aman dan memenuhi standar kebersihan.

Aspek keamanan pangan menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan status gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

penguatan standar ini juga menjadi bagian dari intervensi pemerintah untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Saat ini, 14 SPPG beroperasi di Payakumbuh, melayani 44.347 jiwa. Dua di antaranya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dua SPPG tersebut adalah Yayasan Badunsanak Anugerah Barokah, Kelurahan Koto Baru dan Yayasan Nurul Huda, Kelurahan Kapalo Koto Ampangan. Sementara 12 SPPG lainnya sedang dalam proses penilaian.

Zulmaeta menekankan bahwa sertifikat tersebut harus diimplementasikan dalam penyelenggaraan layanan harian SPPG.

Selain higiene dan keamanan pangan, Pemko Payakumbuh juga fokus pada pengelolaan limbah dari kegiatan SPPG.

Limbah makanan diolah menjadi pakan ternak, makanan magot, dan pupuk organik yang dimanfaatkan Dasawisma. Minyak jelantah disalurkan ke pengepul untuk didaur ulang.

“Alhamdulillah, Program MBG di Payakumbuh memberi dampak positif, mulai dari meningkatnya gizi dan ekonomi masyarakat hingga kehadiran, konsentrasi, serta prestasi belajar siswa,” kata Zulmaeta.

keberhasilan MBG juga didukung oleh peran aktif Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang rutin melakukan pembinaan dan monitoring ke seluruh SPPG.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan dan peningkatan kualitas program ini.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten I Nofriwandi, kepala OPD terkait, ketua AKKOPSI dan HAKLI, serta perwakilan dari BGN dan para Ketua Yayasan serta Kepala SPPG.