Tutup
NewsPeristiwa

Pengelola Kafe di Padang Laporkan Dubalang dan Satpol PP ke Polisi

221
×

Pengelola Kafe di Padang Laporkan Dubalang dan Satpol PP ke Polisi

Sebarkan artikel ini

Usai membuat laporan, Novrianto langsung menjalani visum di RS Bhayangkara Padang.

kasus-penganiayaan-di-kafe-padi-boneh:-pengelola-polisikan-dubalang-dan-satpol-pp-padang
Kasus Penganiayaan di Kafe Padi Boneh: Pengelola Polisikan Dubalang dan Satpol PP Padang

Padang – Pengelola kafe Padi Boneh Novrianto (55) melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Dubalang kota dan anggota Satpol PP Kota Padang ke Polresta Padang, Selasa (9/12/2025).

Laporan ini terkait insiden yang terjadi pada Jumat malam (5/12/2025) di kafe miliknya yang terletak di KM 19, Jalan Bypass.

Usai membuat laporan, Novrianto langsung menjalani visum di RS Bhayangkara Padang.

Menurut laporan yang teregister dengan nomor STTLP/B/1056/XII/2025/SPKT/POLRESTA PADANG/POLDA SUMBAR, peristiwa penganiayaan terjadi sekitar pukul 23.15 WIB.

Novrianto mengaku menjadi korban pemukulan oleh seorang terlapor berinisial HN,yang disebut sebagai anggota dubalang Kota Padang bersama beberapa orang lainnya.

Akibatnya, ia mengalami luka memar di kepala, punggung, dada, dan wajah.

“Saya merasa dirugikan dan mengalami tindakan kekerasan di tempat usaha,” ujar Novrianto dalam laporannya.

Pihak kepolisian menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Keributan diduga berawal saat Satpol PP bersama Dubalang Kota Padang melakukan razia di kafe tersebut.

Pengelola kafe mengklaim saat razia, musik telah dimatikan dan hanya ada karyawan di lokasi.

Namun, beberapa anggota dubalang disebut masuk dengan nada keras dan meminta kafe ditutup.

Pengelola menjelaskan bahwa jam operasional kafe seharusnya hingga pukul 02.00 WIB sesuai sosialisasi Perda Nomor 1.

Saat razia, katanya waktu belum menunjukkan pukul 12.00 WIB. Dia juga membantah mengeluarkan senjata tajam terlebih dahulu.

Dia menyebut pengeroyokan oleh beberapa dubalang terjadi lebih dulu, sehingga ia mengambil benda tajam untuk membela diri.

Situasi memanas setelah salah satu dubalang disebut mengucapkan kalimat arogan.

Pengelola mengaku telah berusaha menahan diri, namun tetap mendapat bentakan dan kemudian dikeroyok.

Tindakan pemukulan, cekikan, tendangan, bahkan penggunaan kayu disebut terjadi saat pengeroyokan.