Tutup
News

Alat Berat Percepat Pemulihan Pasca Bencana di Sumbar

194
×

Alat Berat Percepat Pemulihan Pasca Bencana di Sumbar

Sebarkan artikel ini
35-alat-berat-dan-940-geobag-dikerahkan,-pemprov-sumbar-percepat-penanganan-dampak-bencana-hidrometeorologi
35 Alat Berat dan 940 Geobag Dikerahkan, Pemprov Sumbar Percepat Penanganan Dampak Bencana Hidrometeorologi

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mempercepat penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah.

Sebanyak 35 unit alat berat dan 940 geobag dikerahkan ke berbagai lokasi terdampak.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar, Rifda Suriani, mengatakan tiga unit alat berat terbaru diterjunkan ke Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Tujuannya, mempercepat normalisasi aliran sungai dan penanganan dampak banjir bandang.

“sesuai arahan Bapak Gubernur, kami diminta memaksimalkan penanganan di lapangan,” ujar Rifda, Sabtu (13/12/2025).

Rifda menjelaskan, seluruh alat berat tersebut telah mulai bekerja sejak 25 November 2025, bertepatan dengan penetapan status tanggap darurat bencana tingkat provinsi.

Saat ini, operasional alat berat tersebar di lima kabupaten/kota terdampak.

Rinciannya, 22 unit di Kota Padang, dua unit di Kabupaten Padang Pariaman, empat unit di Kabupaten Pesisir Selatan, dua unit di Kabupaten Solok, dan lima unit di Kabupaten Agam.

Bencana hidrometeorologi ini berdampak signifikan terhadap infrastruktur sumber daya air.

Tercatat, 24 unit bendung irigasi terdampak, serta kerusakan pada bangunan penguatan tebing (seawall) dan jaringan irigasi.

“Total panjang kerusakan akumulatif mencapai 6,9 kilometer untuk seawall dan 3,5 kilometer untuk saluran irigasi,” jelas Rifda.

Perbaikan sudah dimulai secara bertahap,bersamaan dengan normalisasi sungai dan pengerukan sedimen sisa banjir bandang.Mengingat besarnya dampak kerusakan, Rifda mengakui proses pemulihan akan membutuhkan waktu cukup panjang dan dukungan anggaran yang besar.

Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Balai Wilayah Sungai Kementerian PU serta BUMN Karya untuk memperkuat dukungan tenaga dan peralatan di lapangan.

“Hasil koordinasi tersebut cukup efektif. Dua unit alat berat yang saat ini bekerja di Batu Busuak merupakan dukungan dari Hutama Karya Infrastruktur, hasil komunikasi langsung Bapak Gubernur,” tutup Rifda.