Tutup
Regulasi

IHSG Melemah Tipis, Bursa Asia Menguat di Awal Sesi

287
×

IHSG Melemah Tipis, Bursa Asia Menguat di Awal Sesi

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan hari Selasa (23/12/2025) dengan tren penurunan, berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham di Asia yang justru menghijau.

Pada pukul 09.14 WIB, IHSG terkoreksi 0,24% atau 20,994 poin, berada di level 8.624,85. Data RTI mencatat, 266 saham mengalami penurunan, 244 saham naik, dan 178 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 7,6 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,6 triliun.

Enam indeks sektoral menjadi pemberat bagi IHSG. Penurunan terdalam dialami oleh sektor kesehatan (IDX-Health) sebesar 0,94%, diikuti sektor keuangan (IDX-Finance) 0,58%, dan properti (IDX-Property) 0,38%.

Di jajaran saham LQ45, *top losers* dipimpin oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 3,05% ke Rp 382, disusul PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 1,72% ke Rp 570, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 1,66% ke Rp 1.185.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi *top gainers* adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang naik 4,05% ke Rp 4.620, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik 3,53% ke Rp 352, dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) naik 1,88% ke Rp 1.085.

Pergerakan bursa Asia-Pasifik hari ini didominasi sentimen positif, terinspirasi oleh reli saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) di Wall Street semalam.

Saham Nvidia melonjak lebih dari 1% setelah Reuters melaporkan rencana pengiriman chip AI seri H200 ke China pada pertengahan Februari.

Micron Technology juga mengalami kenaikan sekitar 4%, dan Oracle menguat lebih dari 3%, turut menyumbang sentimen positif.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,67%, mencatatkan kenaikan selama empat hari perdagangan berturut-turut.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 cenderung stagnan, sementara indeks Topix mencatatkan kenaikan 0,48%.

Pasar saham Korea Selatan menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Kospi naik 0,55%, tetapi indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 0,64%.

Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,27%, sementara indeks CSI 300 di China daratan naik tipis.

Investor juga menantikan rilis data inflasi Singapura untuk bulan November. Survei Reuters memprediksi inflasi Singapura akan meningkat dan mencapai level tertinggi pada tahun 2025.

Sebagai informasi tambahan, bursa Wall Street ditutup menguat semalam. Indeks S&P 500 naik 0,64%, mencatatkan kenaikan tiga hari berturut-turut. Dow Jones Industrial Average menguat 0,47%, dan Nasdaq Composite naik 0,52%.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akhirnya memutuskan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Kali ini pihaknya menjadwalkan RUPSLB pada Selasa, 23 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Jadwal tersebut mundur dari rencana semula pada tanggal 11 Juni 2026. RUPSLB ini akan membahas rencana MDKA yang akan melaksanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang paruh kedua tahun 2026. Meski berbagai langkah stabilisasi telah ditempuh oleh Bank Indonesia (BI), sejumlah ekonom menilai penguatan rupiah secara berkelanjutan masih menghadapi tantangan besar dari faktor eksternal maupun domestik. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memberikan tanggpan atas dampak rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui beleid tersebut, aktivitas ekspor sejumlah komoditas SDA bakal melalui satu pintu. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemerintah berencana menerbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA untuk memperkuat tata kelola…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks selama sepekan lalu masih menjadi saham yang paling banyak dijual asing. Aksi jual asing tersebut membuat pergerakan saham emiten big banks kompak ikut menurun. Diantara saham big banks yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham yang turun paling tajam adalah saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) akan berganti kepemilikan. Perusahaan yang bergerak di bidang industries barang dari plastik untuk pengemasan ini menjelaskan, rencana tersebut setelah pihaknya mengetahui bahwa pemegang saham pengendali lama telah menandatangani perjanjian untuk menjual seluruh sahamnya. “Kami sampaikan bahwa pada hari Senin, 25 Mei 2026, telah dilakukan penandatanganan Pengikatan Jual Beli…