Tutup
Regulasi

MORA Melemah: Analisis Saham dan Rekomendasi Terbaru untuk Investor

168
×

MORA Melemah: Analisis Saham dan Rekomendasi Terbaru untuk Investor

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) mencuri perhatian investor dengan lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini seiring dengan aksi korporasi merger yang akan dilakukan perusahaan.

Meski terkoreksi 4,69% ke level Rp 9.650 per saham pada perdagangan Selasa (23/12/2025) pukul 15.26 WIB, namun secara bulanan saham MORA telah melonjak 44,57%. Bahkan, secara year to date (ytd) kenaikannya mencapai 2.144%.

Praktisi Pasar Modal, William Hartanto, mengingatkan investor untuk mewaspadai potensi *profit taking* mengingat kenaikan saham MORA yang sudah sangat tinggi. Ia merekomendasikan *wait and see* karena saham MORA masih menunjukkan tren pelemahan.

“MORA memiliki support pada level Rp 8.900,” ujarnya.

Seperti diketahui, MORA akan merger dengan PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia), yang merupakan entitas usaha milik PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Kesepakatan definitif untuk merger ini telah tercapai.

Merger ditargetkan rampung pada semester I-2026. Setelah efektif, MORA akan menjadi entitas yang bertahan dan berganti nama menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk. DSSA akan menjadi pemegang saham pengendali secara tidak langsung.

Presiden Direktur DSSA, Krisnan Cahya, menjelaskan bahwa merger ini merupakan langkah strategis untuk memajukan transformasi digital di Indonesia.

Langkah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri telekomunikasi nasional dan memperkuat ekosistem digital Indonesia.

“Saya percaya merger ini merupakan langkah untuk mendukung agenda digital Indonesia dalam percepatan dan pemerataan ekosistem digital di tanah air,” kata Krisnan.