Tutup
EkonomiEnergiPerbankan

Pertamina Evaluasi Harga Pertamax dan Pertamax Green

136
×

Pertamina Evaluasi Harga Pertamax dan Pertamax Green

Sebarkan artikel ini
pertamina-masih-evaluasi-harga-pertamax-dan-pertamax-green
Pertamina Masih Evaluasi Harga Pertamax dan Pertamax Green

Jakarta – PT pertamina Patra Niaga masih mengevaluasi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk jenis Pertamax dan Pertamax Green.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan proses evaluasi tersebut masih berlangsung.

“Masih dalam evaluasi,” ujar Roberth di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu (19/4).

Sebelumnya, Pertamina secara resmi mengumumkan kenaikan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi, yakni Pertamax turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, per Sabtu (18/4).

Roberth menjelaskan penyesuaian harga itu telah sesuai dengan regulasi dan sudah dikoordinasikan, dilaporkan, serta dibahas bersama pemangku kepentingan terkait.

Mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, Pertamina Patra Niaga menerapkan harga baru BBM nonsubsidi untuk Pertamax Turbo, Pertamina dex, dan Dexlite per 18 April 2026.

Adapun rincian perubahan harga yaitu Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.

Untuk saat ini, harga BBM Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter.

Pertamina juga masih mempertahankan harga BBM subsidi jenis Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp6.800 per liter.

Sebelumnya, Menteri Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo dinilai mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku.

Ia menegaskan pengaturan harga oleh pemerintah hanya diberlakukan pada BBM bersubsidi, sementara BBM untuk kebutuhan industri dan kalangan mampu menyesuaikan harga pasar.