Tutup
EkonomiEnergiPerbankanPolitik

Tanker LPG Tujuan Indonesia Lolos Melintasi Selat Hormuz

127
×

Tanker LPG Tujuan Indonesia Lolos Melintasi Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
satu-kapal-tanker-bermuatan-lpg-ri-sukses-melintas-selat-hormuz
Satu Kapal Tanker Bermuatan LPG RI Sukses Melintas Selat Hormuz

Jakarta – Lebih dari 20 kapal dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (18/4), termasuk satu kapal tanker LPG yang menuju Indonesia. Jumlah itu menjadi yang tertinggi sejak 1 Maret 2026,menurut perusahaan analitik pelayaran Kpler.

Kpler menyebut, dari kapal-kapal yang melintas pada Sabtu kemarin, lima di antaranya diketahui terakhir mengangkut muatan dari Iran. Muatannya beragam, mulai dari produk minyak hingga logam.

Tiga kapal di antaranya merupakan pengangkut LPG, dengan tujuan masing-masing ke china dan India. Ada pula kapal tanker berbendera Panama, Crave, yang mengangkut LPG dari Uni Emirat Arab menuju Indonesia.

Sementara itu, dua dari tiga tanker, Akti A dan Athina, mengangkut produk olahan minyak dari Bahrain dan masing-masing menuju Mozambik dan Thailand.

Kapal tanker berbendera Liberia, Navig8 Macallister, juga tercatat mengirim sekitar 500 ribu barel nafta dari uni Emirat Arab ke Ulsan, Korea Selatan.

Selain itu, kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) berbendera Liberia, Fpmc C Lord, mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah Arab Saudi menuju Pelabuhan Mailiao di Taiwan.kapal berbendera India, Desh Garima, yang membawa sekitar 780 ribu barel minyak mentah Das dari Uni Emirat Arab, juga sedang menuju Sri Lanka.

Kapal Ruby yang membawa pupuk dari Qatar menuju Uni Emirat Arab, serta kapal tanker Merry M yang mengangkut petroleum coke dari Arab Saudi ke Ravenna, Italia, juga berhasil melintas.

Namun, Selat Hormuz kembali ditutup Iran setelah Amerika Serikat (AS) dinilai menodai kesepakatan gencatan senjata sementara.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan jalur vital itu kembali ditutup dan setiap kapal yang mencoba melintasinya akan menjadi target.

Pernyataan tersebut disampaikan kurang dari 24 jam setelah Iran sempat membuka kembali selat itu.

Dalam pernyataan yang dimuat Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA) pada Sabtu (18/4), Angkatan Laut IRGC Iran menyebut penutupan Selat Hormuz berlaku hingga AS mencabut blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran. Teheran menilai blokade AS itu melanggar kesepakatan gencatan senjata.

“Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal jenis apa pun yang boleh bergerak dari tempat penjangkarannya di Teluk Persia dan Laut Oman,” demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC Iran, dikutip dari Al Jazeera pada Minggu (19/4).”Mendekati selat Hormuz akan dianggap sebagai bentuk kerja sama dengan musuh dan kapal yang melanggar akan dijadikan target,” lanjut pernyataan itu.

Dalam wawancara di televisi,Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Selat Hormuz berada di bawah kendali Teheran.

Pria yang juga berperan sebagai negosiator senior dalam pembicaraan perdamaian Iran-AS itu menilai keputusan Washington menerapkan blokade dalam beberapa hari terakhir sebagai langkah ceroboh.

“Ini adalah keputusan yang ceroboh dan bodoh,” ujar Mohammad Bagher Ghalibaf.

Pengumuman dibukanya selat Hormuz sebelumnya keluar seiring gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. Saat itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan jalur air tersebut terbuka sepenuhnya bagi kapal komersial, yang sempat mendorong harga minyak global turun.

Lebih dari selusin kapal komersial dilaporkan sempat melintas sebelum IRGC mengeluarkan pernyataan penutupan kembali.