Tutup
Regulasi

Waspada! Modus Ucapan Natal Palsu Sasar Nasabah BNI

258
×

Waspada! Modus Ucapan Natal Palsu Sasar Nasabah BNI

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali mengingatkan nasabah untuk waspada terhadap penipuan digital, terutama modus ucapan Selamat Natal palsu yang marak menjelang perayaan.

Pada periode akhir tahun, kejahatan siber kerap memanfaatkan momen hari besar keagamaan. Pelaku menyasar nasabah melalui pesan singkat, media sosial, atau aplikasi percakapan.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menekankan pentingnya kehati-hatian. “Menjelang Hari Raya Natal, kami mengingatkan nasabah untuk lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan ucapan Selamat Natal, khususnya yang disertai tautan atau file mencurigakan,” ujarnya.

Salah satu modus yang sering digunakan adalah pengiriman pesan ucapan Natal dengan file atau tautan aplikasi (APK) hadiah palsu. Aplikasi ini mengandung malware yang dapat merekam data pribadi nasabah, termasuk informasi perbankan.

Jika nasabah mengunduh aplikasi tersebut atau mengisi data pribadi, pelaku dapat mengakses rekening dan mencuri saldo.

BNI mengimbau nasabah untuk tidak sembarangan mengklik tautan atau mengunduh file dari sumber tak dikenal. Verifikasi keaslian pesan yang diterima sangat penting.

Jangan pernah membagikan data rahasia perbankan seperti nomor kartu, CVV/CVC, PIN, atau One Time Password (OTP) kepada siapapun.

“Pastikan perangkat dilengkapi antivirus, sistem selalu diperbarui, dan gunakan hanya aplikasi resmi yang diunduh melalui platform terpercaya,” lanjut Okki.

BNI mengajak nasabah untuk cerdas dan waspada dalam bertransaksi digital. “Jangan asal klik. Mari bersama menjaga keamanan data dan transaksi perbankan. Selamat Hari Raya Natal bagi yang merayakan,” tutup Okki.

Dengan kewaspadaan bersama, BNI berharap nasabah terhindar dari risiko kejahatan siber dan tetap bertransaksi aman, nyaman, serta bertanggung jawab di tengah meningkatnya aktivitas digital menjelang akhir tahun.

Regulasi

Meskipun IHSG terkoreksi tajam 13,8% YTD per April 2026 akibat tensi geopolitik Selat Hormuz dan guncangan MSCI, fundamental pasar modal Indonesia tetap kokoh. Penurunan harga ini justru menjadi momentum bagi investor domestik yang jumlahnya melonjak drastis hingga 20,32 juta SID. Ketahanan pasar tercermin dari rata-rata transaksi harian yang tetap…