Tutup
Regulasi

Stok Beras & Minyakita Aman: Jaminan Bulog Surakarta untuk Warga

241
×

Stok Beras & Minyakita Aman: Jaminan Bulog Surakarta untuk Warga

Sebarkan artikel ini

Surakarta – Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta menjamin ketersediaan beras aman hingga akhir tahun 2025 dan memasuki musim panen berikutnya. Stok beras saat ini mencapai 61 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Solo Raya.

Kepastian ini ditegaskan oleh Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, usai melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional di Solo Raya saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pemantauan dilakukan bersama tim dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) Pusat. Mereka meninjau kios-kios pedagang yang menjual bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Tujuannya, memastikan pasokan tersedia dan memantau harga di tingkat pedagang dan konsumen.

Hasilnya, pasokan pangan di Solo Raya terpantau terjaga dengan baik dan tidak ada lonjakan harga signifikan. Bulog Surakarta memastikan stok pangan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur akhir tahun.

“Pasokan beras di wilayah Solo Raya bisa dipastikan aman dalam menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru. Saat ini stok beras di gudang Bulog Surakarta masih sekitar 61 ribu ton,” kata Nanang.

Selain beras, Bulog Surakarta juga memastikan ketersediaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita dalam jumlah yang cukup. Stok MinyaKita saat ini mencapai sekitar 196 ribu liter dan tersebar di sejumlah gudang di wilayah Solo Raya.

Bulog Surakarta berkomitmen menjaga kelancaran rantai pasok pangan, terutama saat momen krusial seperti hari raya dan libur panjang.

Bulog siap melakukan intervensi pasar jika dibutuhkan, melalui operasi pasar atau penyaluran stok pangan ke titik-titik rawan gejolak harga.

Dengan kesiapan stok dan pengawasan rutin, Bulog berharap tahun 2025 ditutup dengan kondisi yang baik dan lancar, khususnya dalam hal distribusi dan ketersediaan pangan bagi masyarakat Solo Raya.

Pemantauan pasar yang dilakukan bersama Bapanas diharapkan memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan selama Natal dan Tahun Baru, serta menekan potensi spekulasi harga.

Regulasi

Meskipun IHSG terkoreksi tajam 13,8% YTD per April 2026 akibat tensi geopolitik Selat Hormuz dan guncangan MSCI, fundamental pasar modal Indonesia tetap kokoh. Penurunan harga ini justru menjadi momentum bagi investor domestik yang jumlahnya melonjak drastis hingga 20,32 juta SID. Ketahanan pasar tercermin dari rata-rata transaksi harian yang tetap…