Tutup
Regulasi

Rupiah Fluktuatif Akhir 2025: Dolar AS Jadi Tekanan?

351
×

Rupiah Fluktuatif Akhir 2025: Dolar AS Jadi Tekanan?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Nilai tukar rupiah berfluktuasi di penghujung Desember 2025. Penguatan dolar AS dan faktor musiman akhir tahun menjadi penyebab utama pergerakan mata uang Garuda ini.

Di pasar spot, rupiah melemah tipis 0,02% menjadi Rp 16.745 per dolar AS pada Jumat (26/12/2025). Namun, secara mingguan, rupiah masih mencatat penguatan terbatas sebesar 0,02% dibandingkan posisi Rp 16.750 per dolar AS pada Jumat (19/12/2025).

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) menunjukkan penguatan ke level Rp 16.767 per dolar AS pada perdagangan Rabu (24/12/2025), naik 0,14% dari posisi sebelumnya Rp 16.790 per dolar AS.

Namun, dibandingkan akhir pekan sebelumnya, rupiah Jisdor justru melemah 0,19% dari posisi Rp 16.735 per dolar AS pada Jumat (19/12/2025).

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah pekan ini dipengaruhi rebound dolar AS usai rilis data ketenagakerjaan yang lebih baik dari perkiraan.

“Walau sepekan ini indeks dolar AS menurun, prospek pemangkasan suku bunga oleh BI pun masih terus membebani rupiah,” ujar Lukman.

Minimnya rilis data ekonomi dan rendahnya likuiditas jelang akhir tahun membuat pergerakan rupiah sulit diprediksi dan masih tertekan.

Namun, intervensi BI di pasar valuta asing berpotensi mendorong penguatan rupiah.

Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, memperkirakan rupiah masih menghadapi tantangan hingga akhir Desember 2025.

Tingginya permintaan dolar AS untuk transaksi akhir tahun menjadi faktor utama.

“Terutama untuk importir, baik itu untuk importir *oil and gas* ataupun juga importir *raw material* untuk *manufacturing*. Plus juga ada kebutuhan untuk pembayaran terkait dengan utang luar negeri,” kata Myrdal.

Aktivitas transaksi dolar AS yang mereda dan intervensi BI berpotensi memperkuat rupiah.

Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.650 hingga Rp 16.850 per dolar AS pada pekan depan.

Sementara itu, Myrdal memperkirakan pergerakan rupiah berada dalam rentang Rp 16.630 hingga Rp 16.690 per dolar AS.

Pelaku pasar diharapkan mencermati kebijakan Bank Indonesia serta dinamika permintaan dolar AS menjelang pergantian tahun.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…