Tutup
Regulasi

Rupiah Fluktuatif Akhir 2025: Dolar AS Jadi Tekanan?

233
×

Rupiah Fluktuatif Akhir 2025: Dolar AS Jadi Tekanan?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Nilai tukar rupiah berfluktuasi di penghujung Desember 2025. Penguatan dolar AS dan faktor musiman akhir tahun menjadi penyebab utama pergerakan mata uang Garuda ini.

Di pasar spot, rupiah melemah tipis 0,02% menjadi Rp 16.745 per dolar AS pada Jumat (26/12/2025). Namun, secara mingguan, rupiah masih mencatat penguatan terbatas sebesar 0,02% dibandingkan posisi Rp 16.750 per dolar AS pada Jumat (19/12/2025).

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) menunjukkan penguatan ke level Rp 16.767 per dolar AS pada perdagangan Rabu (24/12/2025), naik 0,14% dari posisi sebelumnya Rp 16.790 per dolar AS.

Namun, dibandingkan akhir pekan sebelumnya, rupiah Jisdor justru melemah 0,19% dari posisi Rp 16.735 per dolar AS pada Jumat (19/12/2025).

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah pekan ini dipengaruhi rebound dolar AS usai rilis data ketenagakerjaan yang lebih baik dari perkiraan.

“Walau sepekan ini indeks dolar AS menurun, prospek pemangkasan suku bunga oleh BI pun masih terus membebani rupiah,” ujar Lukman.

Minimnya rilis data ekonomi dan rendahnya likuiditas jelang akhir tahun membuat pergerakan rupiah sulit diprediksi dan masih tertekan.

Namun, intervensi BI di pasar valuta asing berpotensi mendorong penguatan rupiah.

Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, memperkirakan rupiah masih menghadapi tantangan hingga akhir Desember 2025.

Tingginya permintaan dolar AS untuk transaksi akhir tahun menjadi faktor utama.

“Terutama untuk importir, baik itu untuk importir *oil and gas* ataupun juga importir *raw material* untuk *manufacturing*. Plus juga ada kebutuhan untuk pembayaran terkait dengan utang luar negeri,” kata Myrdal.

Aktivitas transaksi dolar AS yang mereda dan intervensi BI berpotensi memperkuat rupiah.

Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.650 hingga Rp 16.850 per dolar AS pada pekan depan.

Sementara itu, Myrdal memperkirakan pergerakan rupiah berada dalam rentang Rp 16.630 hingga Rp 16.690 per dolar AS.

Pelaku pasar diharapkan mencermati kebijakan Bank Indonesia serta dinamika permintaan dolar AS menjelang pergantian tahun.