Tutup
Public Safety And Emergencies

Aceh-Medan Terhubung: Jembatan Darurat Bireuen Selesai Dibangun!

305
×

Aceh-Medan Terhubung: Jembatan Darurat Bireuen Selesai Dibangun!

Sebarkan artikel ini

Bireuen – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan pembangunan jembatan darurat sepanjang 66 meter yang menghubungkan Banda Aceh dengan Medan. Jembatan Bailey ini, yang terletak di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, kembali dibuka untuk umum pada Sabtu, 27 Desember 2025, setelah sempat putus total akibat banjir bandang dan tanah longsor sebulan sebelumnya.

Jembatan darurat ini menjadi akses vital bagi mobilitas warga dan distribusi logistik, serta memulihkan konektivitas utama di lintas Aceh–Medan yang sempat lumpuh.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh memprioritaskan penanganan ruas jalan nasional ini karena perannya yang strategis. Pembangunan jembatan darurat dilakukan dengan cepat melalui kolaborasi pemerintah pusat, BUMN, dan kontraktor lokal.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. bertindak sebagai pelaksana utama, didukung oleh PT Krueng Meuh dan pendampingan dari Direktorat Jenderal Bina Marga dan BPJN Aceh.

Bupati Bireuen, Mukhlis, mengapresiasi kerja cepat seluruh pihak. Ia berharap jembatan ini dapat memperlancar arus lalu lintas dan mengurangi kemacetan.

“Alhamdulillah kami tinjau jembatan Krueng Tingkeum. Mudah-mudahan pengguna jalan tidak bermasalah lagi dan hambatan seperti hari ini tidak terulang,” kata Mukhlis, seperti dikutip dari keterangan tertulis pada Minggu, 28 Desember 2025.

Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur. Kementerian PUPR mencatat 38 ruas jalan nasional dan 16 jembatan terdampak hingga pertengahan Desember.

Penanganan dilakukan di lintas timur, barat, dan tengah Aceh dengan mengerahkan ratusan alat berat untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali akses yang terputus.

Selama jembatan utama belum dapat dilalui, pemerintah daerah dan masyarakat memanfaatkan jalur alternatif melalui jalan desa.

Meskipun telah beroperasi, jembatan darurat ini memiliki batas beban maksimal 30 ton. Pemerintah daerah berharap Kementerian PUPR segera membangun jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang.

“Harapan kami ke depan, PU pusat bisa segera membangun jembatan permanen. Kalau sudah permanen, tentu arus lalu lintas akan kembali lancar seperti sebelumnya,” ujar Mukhlis.