Tutup
Regulasi

Harga Minyak Anjlok Awal 2026: Penurunan Tahunan Terbesar Sejak 2020

317
×

Harga Minyak Anjlok Awal 2026: Penurunan Tahunan Terbesar Sejak 2020

Sebarkan artikel ini

Houston – Harga minyak dunia memulai tahun 2026 dengan sentimen negatif, ditutup melemah pada perdagangan Jumat (2/1/2026). Penurunan ini terjadi setelah sepanjang tahun 2025, harga minyak mencatatkan penurunan tahunan terdalam sejak tahun 2020.

Kekhawatiran pasar masih berkutat pada potensi kelebihan pasokan minyak global, di tengah eskalasi berbagai risiko geopolitik. Mulai dari konflik Rusia-Ukraina hingga isu ekspor minyak Venezuela, semuanya menjadi faktor penekan harga.

Pada penutupan perdagangan, harga minyak mentah Brent turun tipis 10 sen menjadi US$ 60,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga melemah 10 sen ke level US$ 57,32 per barel.

Sepanjang tahun 2025, harga Brent dan WTI masing-masing anjlok hampir 20%. Penurunan ini menjadi yang paling tajam sejak 2020. Bahkan, bagi Brent, ini merupakan tahun ketiga berturut-turut mengalami penurunan, rekor terpanjang dalam sejarah.

Di sisi geopolitik, tensi antara Rusia dan Ukraina masih tinggi. Kedua negara saling tuduh melakukan serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru. Meski begitu, perundingan yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump terus diupayakan untuk mengakhiri konflik yang sudah berjalan hampir empat tahun.

Kyiv dilaporkan meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, dengan tujuan memutus sumber pendanaan Moskow untuk operasi militernya.

Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari kebijakan AS terhadap Venezuela. Pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi kepada empat perusahaan dan sejumlah kapal tanker yang disebut beroperasi di sektor minyak Venezuela.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan negaranya terbuka terhadap investasi AS di sektor minyak. Ia juga bersedia bekerja sama dalam pemberantasan narkotika, serta siap menggelar pembicaraan serius dengan Washington.

Selain itu, Trump juga mengancam akan membantu para demonstran di Iran jika aparat keamanan menembaki mereka. Ancaman itu muncul di tengah gelombang kerusuhan yang disebut sebagai tantangan internal terbesar bagi otoritas Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, pasar minyak dinilai relatif tidak bereaksi terhadap berbagai ketegangan tersebut.

“Terlepas dari semua kekhawatiran geopolitik, pasar minyak tampaknya tidak terpengaruh. Harga minyak terkunci dalam kisaran perdagangan jangka panjang, dengan keyakinan bahwa pasokan akan tetap melimpah apa pun yang terjadi,” ujar analis senior Price Futures Group, Phil Flynn.

Di Timur Tengah, krisis antara dua produsen OPEC, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, terkait konflik Yaman dilaporkan semakin dalam.

Sementara itu, OPEC+ dijadwalkan menggelar pertemuan pada Minggu mendatang. Pelaku pasar secara luas memperkirakan kelompok tersebut akan kembali menahan rencana kenaikan produksi pada kuartal pertama 2026.

Analis Sparta Commodities, June Goh, menilai 2026 akan menjadi tahun penting untuk menilai keputusan OPEC+ dalam menyeimbangkan pasokan global. Ia menambahkan, China diperkirakan terus menambah cadangan minyak mentah pada paruh pertama tahun ini, yang berpotensi menjadi penopang harga.

Analis Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, menyebut pergerakan harga yang cenderung datar mencerminkan tarik-menarik antara risiko geopolitik jangka pendek dan fundamental pasar jangka panjang yang masih mengarah pada kelebihan pasokan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Biaya pendanaan (cost of fund) obligasi korporasi masih relatif lebih rendah dibandingkan tahun lalu, meskipun dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan tren kenaikan seiring meningkatnya tekanan global. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) terbaru, rata-rata kupon surat utang korporasi tenor tiga tahun tren penurunan yang cukup signifikan pada kuartal I-2026 dibandingkan periode tahun sebelumnya. Bagi emiten…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…