Regulasi

Harga Minyak Anjlok Awal 2026: Penurunan Tahunan Terbesar Sejak 2020

381
×

Harga Minyak Anjlok Awal 2026: Penurunan Tahunan Terbesar Sejak 2020

Sebarkan artikel ini

Houston – Harga minyak dunia memulai tahun 2026 dengan sentimen negatif, ditutup melemah pada perdagangan Jumat (2/1/2026). Penurunan ini terjadi setelah sepanjang tahun 2025, harga minyak mencatatkan penurunan tahunan terdalam sejak tahun 2020.

Kekhawatiran pasar masih berkutat pada potensi kelebihan pasokan minyak global, di tengah eskalasi berbagai risiko geopolitik. Mulai dari konflik Rusia-Ukraina hingga isu ekspor minyak Venezuela, semuanya menjadi faktor penekan harga.

Pada penutupan perdagangan, harga minyak mentah Brent turun tipis 10 sen menjadi US$ 60,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga melemah 10 sen ke level US$ 57,32 per barel.

Sepanjang tahun 2025, harga Brent dan WTI masing-masing anjlok hampir 20%. Penurunan ini menjadi yang paling tajam sejak 2020. Bahkan, bagi Brent, ini merupakan tahun ketiga berturut-turut mengalami penurunan, rekor terpanjang dalam sejarah.

Di sisi geopolitik, tensi antara Rusia dan Ukraina masih tinggi. Kedua negara saling tuduh melakukan serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru. Meski begitu, perundingan yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump terus diupayakan untuk mengakhiri konflik yang sudah berjalan hampir empat tahun.

Kyiv dilaporkan meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, dengan tujuan memutus sumber pendanaan Moskow untuk operasi militernya.

Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari kebijakan AS terhadap Venezuela. Pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi kepada empat perusahaan dan sejumlah kapal tanker yang disebut beroperasi di sektor minyak Venezuela.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan negaranya terbuka terhadap investasi AS di sektor minyak. Ia juga bersedia bekerja sama dalam pemberantasan narkotika, serta siap menggelar pembicaraan serius dengan Washington.

Selain itu, Trump juga mengancam akan membantu para demonstran di Iran jika aparat keamanan menembaki mereka. Ancaman itu muncul di tengah gelombang kerusuhan yang disebut sebagai tantangan internal terbesar bagi otoritas Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, pasar minyak dinilai relatif tidak bereaksi terhadap berbagai ketegangan tersebut.

“Terlepas dari semua kekhawatiran geopolitik, pasar minyak tampaknya tidak terpengaruh. Harga minyak terkunci dalam kisaran perdagangan jangka panjang, dengan keyakinan bahwa pasokan akan tetap melimpah apa pun yang terjadi,” ujar analis senior Price Futures Group, Phil Flynn.

Di Timur Tengah, krisis antara dua produsen OPEC, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, terkait konflik Yaman dilaporkan semakin dalam.

Sementara itu, OPEC+ dijadwalkan menggelar pertemuan pada Minggu mendatang. Pelaku pasar secara luas memperkirakan kelompok tersebut akan kembali menahan rencana kenaikan produksi pada kuartal pertama 2026.

Analis Sparta Commodities, June Goh, menilai 2026 akan menjadi tahun penting untuk menilai keputusan OPEC+ dalam menyeimbangkan pasokan global. Ia menambahkan, China diperkirakan terus menambah cadangan minyak mentah pada paruh pertama tahun ini, yang berpotensi menjadi penopang harga.

Analis Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, menyebut pergerakan harga yang cenderung datar mencerminkan tarik-menarik antara risiko geopolitik jangka pendek dan fundamental pasar jangka panjang yang masih mengarah pada kelebihan pasokan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta.Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau pada awal Juni 2026. Investor perlu mencermati sejumlah saham berikut yang akan cum dividen mulai hari ini, Rabu 3 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026 ditutup di level 6.195,43 naik 1,11% atau 68,05 poin secara harian. Kenaikan ini merupakan awal yang positif karena pada Mei 2026, IHSG tertekan hingga turun tajam,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 189 miliar atau setara 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disepakati perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (2/6/2026). Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yaitu sebanyak 2,7 miliar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp…