Regulasi

Daftar 13 Saham Cum Dividen Hari Ini, Ada Yield hingga 9%

97
×

Daftar 13 Saham Cum Dividen Hari Ini, Ada Yield hingga 9%

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pasar saham domestik mengawali Juni 2026 dengan catatan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit setelah tertekan sepanjang Mei lalu, dan momentum pembagian dividen menjadi salah satu sentimen pendukung yang layak dicermati para investor.

Pada perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG ditutup menguat 1,11% ke level 6.195,43. Kenaikan sebesar 68,05 poin ini menjadi sinyal pemulihan setelah pada bulan sebelumnya indeks sempat terkoreksi tajam lebih dari 11%.

Menambah optimisme pasar, sejumlah emiten dijadwalkan memasuki periode *cum date* dividen tunai pada awal Juni ini. Hari ini, Rabu (3/6/2026), tercatat ada 13 emiten yang memasuki masa *cum dividen*, di antaranya:

* INTP: Rp468
* KLBF: Rp20
* MYOH: Rp64,31
* RMKE: Rp30
* KINO: Rp45
* EMTK: Rp5
* SCMA: Rp12

Sebagai informasi, *cum dividen* merupakan batas akhir periode bagi investor yang ingin mendapatkan hak dividen tunai dari sebuah perusahaan. Investor diwajibkan membeli saham sebelum atau saat tanggal *cum date* dan menahannya hingga tanggal pencatatan.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menjelaskan bahwa daya tarik utama saham dividen terletak pada *dividend yield*. Beberapa emiten saat ini menawarkan imbal hasil di atas rata-rata pasar yang berkisar 3%-5%.

Salah satu yang menonjol adalah INTP dengan *yield* mencapai di atas 9%, atau empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan bunga deposito perbankan yang berada di kisaran 2%.

Meski musim pembagian dividen menjadi sentimen positif, *Head of Research & Chief Economist* Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengingatkan bahwa arah IHSG tetap dipengaruhi oleh arus modal asing, *rebalancing* indeks MSCI dan FTSE, serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy, memberikan peringatan bagi investor agar tidak terjebak dalam euforia sesaat. Ia menegaskan bahwa harga saham umumnya akan terkoreksi saat *ex-date* sebesar nilai dividen yang dibagikan.

Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap fokus pada fundamental perusahaan, likuiditas saham, serta rekam jejak pembagian dividen yang konsisten. Harry Su menambahkan, untuk strategi jangka pendek, pembelian saham disarankan dilakukan tujuh hingga 14 hari sebelum *cum date*.

Investor juga diminta waspada terhadap potensi *dividend trap*, yakni kondisi di mana harga saham terlihat menarik karena dividen tinggi, padahal prospek bisnis perusahaan tersebut tengah mengalami pelemahan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 189 miliar atau setara 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disepakati perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (2/6/2026). Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yaitu sebanyak 2,7 miliar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6/026) setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi baru dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi penopang sentimen pasar. Baca Juga: Wall Street Terus Catat Rekor, Investasi di Pasar Saham AS Bisa Jadi Opsi Alternatif Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi korporasi akan lebih selektif setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan, di pasar obligasi, kenaikan suku bunga kebijakan biasanya menekan harga obligasi lama dan mendorong yield naik. Bagi emiten, kondisi ini berarti biaya penerbitan baru menjadi lebih mahal. Emiten yang tidak memiliki…