Tutup
EkonomiPerbankan

Bulog Serap Gabah Petani, Digitalisasi Pembayaran Dimulai

291
×

Bulog Serap Gabah Petani, Digitalisasi Pembayaran Dimulai

Sebarkan artikel ini
bulog-ingin-pembayaran-gabah-nontunai,-jalin-kerja-sama-bank-negara
Bulog Ingin Pembayaran Gabah Nontunai, Jalin Kerja Sama Bank Negara

Jakarta – Perum Bulog menargetkan penyerapan ambisius, yakni 4 juta ton setara beras dan 1 juta ton jagung dari petani pada tahun 2026.

Target ini sejalan dengan upaya modernisasi sistem pembayaran kepada petani.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mendorong transformasi pembayaran gabah secara nontunai mulai tahun ini.

Rizal menjelaskan, transaksi nontunai bertujuan memperkuat keamanan, meningkatkan transparansi, efisiensi, serta memodernisasi tata kelola pengadaan pangan nasional.

“Untuk tahun 2026, kami sedang kembangkan bulog itu pembayarannya tidak menggunakan uang tunai, tapi kami gunakan uang digital,” kata Rizal dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (2/1), seperti dikutip dari Antara.

Kebijakan ini mengalihkan pembayaran tunai ke uang digital agar petani memiliki rekening bank.

Dengan rekening bank, transaksi menjadi lebih aman, risiko kejahatan berkurang, dan aktivitas serapan gabah berlangsung lebih nyaman.

“Nanti teman-teman petani harapannya sudah punya nomor rekening. Tujuannya apa? Satu, biar aman. Enggak ada rampok dan lain sebagainya. Kalau bawa uang banyak ratusan juta kan bahaya juga ini kan,” ujar Rizal.

Sistem transaksi nontunai juga mempercepat pencatatan data.

Data yang tersinkronisasi secara real time memungkinkan pemantauan nominal serapan harian, bahkan per detik.

“Begitu klik itu langsung terdata sampai pusat. Berapa jumlah nominal yang akan diserap hari ini. Bahkan per detik itu pun bisa terlihat,” jelasnya.

Digitalisasi pembayaran juga menjadi instrumen pencegahan korupsi.

Hal ini menutup celah penyimpangan di lapangan, memastikan akuntabilitas petugas, serta membangun kepercayaan publik terhadap proses pengadaan gabah Bulog.

“Ini juga untuk meminimalisir korupsi. Ya korupsi bisa aja anak-anak Bulog yang di lapangan juga ada yang nakal,” tambah Rizal.

Bulog akan bekerja sama dengan BRI, BNI, dan Mandiri untuk mempercepat pembukaan rekening petani sebagai nasabah baru.

Menjelang musim panen, Bulog akan mengumpulkan perbankan nasional untuk menyelaraskan kesiapan layanan dan memastikan pembayaran digital berjalan lancar.

Hingga 31 Desember 2025, Bulog telah menyerap 3,1 juta ton gabah setara beras.

Sebanyak 4,5 juta ton di antaranya merupakan Gabah Kering panen (GKP), 6.863 ton Gabah kering Giling (GKG), serta 765,5 ribu ton beras.

Pada periode yang sama, Bulog juga menyerap 101,96 ribu ton jagung.

Stok cadangan beras pemerintah (CBP) Bulog pada awal 2026 tercatat mencapai 3,24 juta ton dan komersial 133 ribu ton.

Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian Koordinator bidang Pangan menetapkan cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk komoditas beras naik dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton pada 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan penetapan ini dilakukan untuk menghadapi panen raya yang diproyeksikan akan terjadi pada Februari mendatang.

Peningkatan cadangan juga untuk kebutuhan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan lainnya.