Regulasi

Saham Sektor Jasa Bisnis: Peluang Investasi di Tengah Pertumbuhan Moderat

352
×

Saham Sektor Jasa Bisnis: Peluang Investasi di Tengah Pertumbuhan Moderat

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Sektor jasa pendukung bisnis diprediksi akan menunjukkan pergerakan moderat dan menjadi pilihan saham defensif sepanjang tahun 2026.

Analis Investasi Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, mengungkapkan bahwa emiten di sektor ini masih memiliki potensi pertumbuhan, terutama bagi perusahaan dengan kontrak jangka panjang dan pendapatan berulang (recurring income).

Menurut Indy, stabilitas sektor ini sangat bergantung pada kelangsungan aktivitas bisnis korporasi dan permintaan terhadap layanan pendukung seperti pengelolaan dokumen, penyediaan perangkat perkantoran, dan dukungan operasional.

“Sektor jasa pendukung bisnis cukup defensif dan pergerakannya moderat di 2026,” jelas Indy. “Beberapa emiten bisa memiliki ruang pertumbuhan besar jika memperoleh kontrak jangka panjang dan *recurring income*.”

Indy menyoroti empat emiten yang patut diperhatikan, yaitu PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON), dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR).

Dari keempat saham tersebut, ASGR dinilai paling menarik untuk dicermati tahun ini.

Emiten ini memiliki valuasi yang relatif menarik dan berpotensi mendapatkan katalis dari pemulihan aktivitas bisnis serta peluang kontrak jangka panjang baru.

“ASGR masih cukup defensif dengan valuasi yang menarik. Katalis utama datang dari pemulihan aktivitas bisnis dan potensi kontrak baru,” ujarnya.

Namun, Indy mengingatkan bahwa sektor ini tidak sepenuhnya bebas risiko.

Perlambatan ekonomi berpotensi menahan ekspansi korporasi, sehingga permintaan terhadap layanan pendukung bisnis bisa bergerak lebih hati-hati.

Investor juga perlu mencermati kemampuan masing-masing emiten dalam menjaga margin dan likuiditas usaha.

Secara keseluruhan, Indy melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka, terutama bagi emiten yang mampu menjaga efisiensi, memperkuat struktur pendapatan berulang, dan mengamankan kontrak jangka panjang.

Kehati-hatian tetap diperlukan mengingat dinamika ekonomi yang dapat mempengaruhi permintaan dari sektor korporasi.

Regulasi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyatakan telah menggelar penawaran umum terbatas kepada pemegang saham perusahaan dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue untuk membeli sebanyak 13.282.271.875 saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Angka ini mewakili 33,33% dari jumlah saham ENRG yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD IV…