Bursa Saham

IHSG Menguat 2,78% Sepekan, Simak Daftar Saham Pilihan Investor Asing

44
×

IHSG Menguat 2,78% Sepekan, Simak Daftar Saham Pilihan Investor Asing

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG mencatatkan penguatan sebesar 2,78% sepanjang pekan perdagangan.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif sepanjang pekan ini dengan membukukan penguatan sebesar 2,78% ke level 6.409,65. Tren kenaikan ini tercermin dari performa indeks yang konsisten bertahan di zona hijau, termasuk pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/2026) yang menguat 1,04%.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business menunjukkan bahwa laju IHSG tetap tangguh meski diwarnai oleh aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing. Secara akumulatif, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp791,2 miliar selama periode perdagangan satu pekan terakhir.

Meskipun terjadi arus keluar modal asing secara total, terdapat pergeseran minat beli yang signifikan pada sektor-sektor tertentu di akhir pekan. Investor asing terpantau mulai mengakumulasi saham-saham perbankan berkapitalisasi besar serta emiten di sektor komoditas.

Aksi beli bersih atau net buy jumbo dari investor asing pada perdagangan akhir pekan menjadi katalis utama yang menjaga momentum penguatan IHSG. Fenomena ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap fundamental emiten papan atas di Indonesia masih cukup terjaga di tengah fluktuasi pasar global.

Dominasi pembelian oleh investor asing terlihat jelas pada saham sektor perbankan, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Ketiga saham perbankan ini masuk dalam jajaran daftar koleksi utama asing selama sepekan terakhir.

Selain sektor perbankan, saham-saham sektor komoditas dan energi juga menarik minat beli yang kuat. PT Timah Tbk (TINS) memimpin daftar saham dengan net buy asing terbesar, mencapai Rp414,1 miliar dalam sepekan.

Daftar sepuluh saham dengan net buy asing terbesar selama sepekan mencakup PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp414,1 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp280,64 miliar. Di posisi ketiga, terdapat PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp234,01 miliar.

Selanjutnya, investor asing juga memborong saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp174,08 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp132,85 miliar. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turut dibeli dengan nilai Rp111,4 miliar.

Melengkapi daftar tersebut, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan net buy sebesar Rp102,6 miliar. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat Rp91,81 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebesar Rp77,01 miliar, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebesar Rp59,15 miliar.

Kombinasi antara aksi beli pada saham-saham blue chip dan sektor komoditas ini menjadi penyeimbang di tengah tekanan jual pada saham lainnya. Kondisi pasar yang dinamis ini dipantau ketat oleh para pelaku pasar menjelang pembukaan perdagangan pekan depan.