Tutup
Regulasi

Wall Street Bergetar: Data NFP AS Bayangi Investor, Waspada!

313
×

Wall Street Bergetar: Data NFP AS Bayangi Investor, Waspada!

Sebarkan artikel ini

NEW YORK – Wall Street memulai perdagangan Kamis (8/1/2026) dengan nada pesimistis. Indeks-indeks utama terpantau melemah seiring dengan kehati-hatian investor menjelang rilis data penting, yaitu laporan penggajian non-pertanian (NFP) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Jumat (9/1/2025).

Dow Jones Industrial Average (DJIA) dibuka turun 145,9 poin atau 0,30% ke level 48.850,17. Senada, indeks S&P 500 juga terkoreksi 6,8 poin atau 0,10% menjadi 6.914,11. Nasdaq Composite pun ikut melemah 35,4 poin atau 0,15% ke posisi 23.548,884.

Di tengah sentimen negatif ini, saham-saham sektor pertahanan justru menjadi sorotan. Hal ini dipicu oleh pernyataan kontroversial Presiden Donald Trump mengenai anggaran militer AS tahun 2027 yang diusulkan mencapai US$ 1,5 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dari anggaran US$ 901 miliar yang disetujui Kongres AS untuk tahun 2026.

Alhasil, saham-saham perusahaan pertahanan seperti RTX (naik 3,2%), Lockheed Martin (melonjak 6,7%), Northrop Grumman (menguat 7,9%), dan Kratos Defense (meroket 11,6%) mencatatkan kinerja yang impresif.

Investor tampaknya mengabaikan ancaman Trump untuk memblokir kontraktor pertahanan dari pembayaran dividen atau pembelian kembali saham hingga mereka mempercepat produksi senjata.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik terkini. Beberapa hari sebelumnya, pasukan militer AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Selain itu, Gedung Putih mengumumkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk mengakuisisi Greenland.

Dari sisi data ekonomi, jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran baru mengalami peningkatan moderat pada minggu lalu. Kondisi ini mengindikasikan bahwa PHK relatif rendah pada akhir tahun 2025, meskipun permintaan tenaga kerja masih terlihat lesu.

Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research, menyoroti laporan ADP hari Rabu yang menunjukkan adanya penurunan dalam kondisi lapangan kerja. “Kedua data tersebut mengindikasikan adanya pelemahan di pasar tenaga kerja, yang membuat pasar sedikit khawatir tentang data ketenagakerjaan hari Jumat,” ujarnya, mengutip Reuters.

Laporan terpisah yang dirilis pada hari Rabu juga memberikan gambaran suram. Lowongan pekerjaan di AS turun ke level terendah dalam 14 bulan, sementara perekrutan masih berjalan lambat.

Fokus utama investor saat ini tertuju pada laporan penggajian non-pertanian (NFP) bulan Desember yang akan dirilis pada hari Jumat. Data ini akan menjadi salah satu indikator pertama yang dapat diandalkan setelah penutupan pemerintahan terlama dalam sejarah AS.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…