Regulasi

Wall Street Bergetar: Data NFP AS Bayangi Investor, Waspada!

358
×

Wall Street Bergetar: Data NFP AS Bayangi Investor, Waspada!

Sebarkan artikel ini

NEW YORK – Wall Street memulai perdagangan Kamis (8/1/2026) dengan nada pesimistis. Indeks-indeks utama terpantau melemah seiring dengan kehati-hatian investor menjelang rilis data penting, yaitu laporan penggajian non-pertanian (NFP) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Jumat (9/1/2025).

Dow Jones Industrial Average (DJIA) dibuka turun 145,9 poin atau 0,30% ke level 48.850,17. Senada, indeks S&P 500 juga terkoreksi 6,8 poin atau 0,10% menjadi 6.914,11. Nasdaq Composite pun ikut melemah 35,4 poin atau 0,15% ke posisi 23.548,884.

Di tengah sentimen negatif ini, saham-saham sektor pertahanan justru menjadi sorotan. Hal ini dipicu oleh pernyataan kontroversial Presiden Donald Trump mengenai anggaran militer AS tahun 2027 yang diusulkan mencapai US$ 1,5 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dari anggaran US$ 901 miliar yang disetujui Kongres AS untuk tahun 2026.

Alhasil, saham-saham perusahaan pertahanan seperti RTX (naik 3,2%), Lockheed Martin (melonjak 6,7%), Northrop Grumman (menguat 7,9%), dan Kratos Defense (meroket 11,6%) mencatatkan kinerja yang impresif.

Investor tampaknya mengabaikan ancaman Trump untuk memblokir kontraktor pertahanan dari pembayaran dividen atau pembelian kembali saham hingga mereka mempercepat produksi senjata.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik terkini. Beberapa hari sebelumnya, pasukan militer AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Selain itu, Gedung Putih mengumumkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk mengakuisisi Greenland.

Dari sisi data ekonomi, jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran baru mengalami peningkatan moderat pada minggu lalu. Kondisi ini mengindikasikan bahwa PHK relatif rendah pada akhir tahun 2025, meskipun permintaan tenaga kerja masih terlihat lesu.

Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research, menyoroti laporan ADP hari Rabu yang menunjukkan adanya penurunan dalam kondisi lapangan kerja. “Kedua data tersebut mengindikasikan adanya pelemahan di pasar tenaga kerja, yang membuat pasar sedikit khawatir tentang data ketenagakerjaan hari Jumat,” ujarnya, mengutip Reuters.

Laporan terpisah yang dirilis pada hari Rabu juga memberikan gambaran suram. Lowongan pekerjaan di AS turun ke level terendah dalam 14 bulan, sementara perekrutan masih berjalan lambat.

Fokus utama investor saat ini tertuju pada laporan penggajian non-pertanian (NFP) bulan Desember yang akan dirilis pada hari Jumat. Data ini akan menjadi salah satu indikator pertama yang dapat diandalkan setelah penutupan pemerintahan terlama dalam sejarah AS.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta.Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau pada awal Juni 2026. Investor perlu mencermati sejumlah saham berikut yang akan cum dividen mulai hari ini, Rabu 3 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026 ditutup di level 6.195,43 naik 1,11% atau 68,05 poin secara harian. Kenaikan ini merupakan awal yang positif karena pada Mei 2026, IHSG tertekan hingga turun tajam,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 189 miliar atau setara 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disepakati perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (2/6/2026). Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yaitu sebanyak 2,7 miliar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6/026) setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi baru dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi penopang sentimen pasar. Baca Juga: Wall Street Terus Catat Rekor, Investasi di Pasar Saham AS Bisa Jadi Opsi Alternatif Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones…