LIMAPULUH KOTA – Fenomena sinkhole atau tanah berlubang mengkhawatirkan warga Pombatan, Limapuluh Kota. Pemerintah turun tangan.
Pemprov Sumbar bersama Pemkab Limapuluh Kota dan instansi terkait bergerak cepat. Mereka melakukan pemantauan dan kajian lanjutan untuk memastikan keselamatan warga.
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, meninjau langsung lokasi pada Minggu (11/1/2026). Ia meminta warga tidak mengonsumsi air yang menggenang di dalam lubang.
“Dari sisi pH-nya, air ini berada di bawah 6,5. Jadi kalau bisa tolong jangan diminum. ibaratnya seperti air di sungai pada umumnya,” kata Vasko.
Kajian awal Badan Geologi dan Dinas Kesehatan (dinkes) menunjukkan kualitas air mengandung bakteri tinggi.
Vasko berharap penjelasan ini menjadi pedoman bagi masyarakat. Ia meminta warga tidak salah memanfaatkan air dari sinkhole.
Ia menegaskan fenomena ini murni proses alam. Bukan hal mistis atau klaim penyembuhan penyakit.
“Tidak ada air ini untuk menyembuhkan penyakit atau demi kesehatan. Itu tidak ada,” tegasnya.
wagub juga mengingatkan warga mematuhi batas pengamanan yang telah ditetapkan. Jarak aman dari bibir lubang minimal 50 meter.
Kondisi tanah masih berpotensi amblas. Pembatasan ini untuk mencegah risiko kecelakaan.
Secara kimia, kandungan total zat terlarut (TDS) dan besi (Fe) masih aman. Namun, tingginya bakteri E. coli membuat air tidak layak dikonsumsi tanpa pengolahan.
“Jika terpaksa digunakan, air harus dimasak terlebih dahulu,” imbuhnya.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar bersama Badan Geologi terus melakukan kajian mendalam.
Hasil kajian komprehensif akan menjadi dasar rekomendasi teknis kepada Bupati Limapuluh Kota. Rekomendasi ini untuk menentukan kebijakan lanjutan terkait pemanfaatan dan pengamanan kawasan.
Kepala dinas ESDM sumbar, Helmi, mengatakan Badan Geologi telah melakukan studi lapangan beberapa hari terakhir.
Untuk memastikan penyebab amblasan, dibutuhkan peralatan tambahan dan dukungan logistik untuk kajian ilmiah lebih detail.
Sinkhole ini muncul tiba-tiba pada Minggu (4/1/2025) siang di lahan persawahan milik Adrolmios (61).
Kejadian disadari setelah terdengar suara bergemuruh seperti ledakan. Tanah yang retak akibat kemarau amblas membentuk lubang berisi air dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Polisi dan BPBD Kabupaten Limapuluh Kota telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi. Suara dentuman dari dalam lubang masih terdengar, menandakan proses amblasan belum berhenti.







